Alternatif Pilihan Saham dari Tiga Indeks Baru, Ini Rinciannya

Bareksa • 17 May 2018

an image
Sejumlah karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3). IHSG pada perdagangan pekan ini ditutup melemah 16,95 poin atau 0,27 persen ke level 6.304,95. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Tiga indeks saham baru itu antara lain IDX High Dividen 20, IDX BUMN 20, Jakarta Islamic Index 70 (JII70).

Bareksa.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis tiga indeks saham baru. Keberadaan indeks saham baru membuat para investor punya alternatif acuan dana pengelolaan dana dan investasinya.

Tiga indeks saham baru itu antara lain IDX High Dividen 20, IDX BUMN 20, Jakarta Islamic Index 70 (JII70).

Satu per satu, IDX High Dividen 20 adalah indeks atas harga 20 saham yang rutin membagikan dividen tunai dan memiliki hasil dividen (dividen yield) kepada para pemegang sahamnya. Sementara IDX BUMN 20 adalah indeks atas 20 saham berstatus BUMN, BUMD, dan afiliasinya.

“Sedangkan, JII70 adalah indeks saham atas 70 saham syariah yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas transaksi tinggi,” tulis manajemen BEI dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Secara rinci BEI menjelaskan, konstituen IDX High Dividen 20  adalah saham dari emiten yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir serta memiliki rata-rata nilai transaksi regular untuk periode 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan terakhir masing-masing lebih dari Rp1 miliar. Indeks ini dipilih berdasarkan hasil dividen, kriteria likuiditas, serta kapitalisasi pasar.

Daftar Saham IDX High Dividen 20

Sumber: BEI

Sementara IDX BUMN 20 terdiri dari saham BUMN, BUMD atau afiliasi (baik anak usaha BUMN atau terdapat kepemilikan saham oleh pemerintah) yang telah tercatat selama 6 bulan. Saham-saham yang terpilih itu berdasarkan kriteria likuiditas, jumlah hari diperdangkan, dan kapitalisasi pasar.

Sedangkan indeks JII70 adalah saham syariah yang sudah masuk dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan telah tercatat selama 6 bulan terakhir. Saham-saham yang terpilih berdasarkan kapitalisasi pasar dan rata-rata nilai transaksi harian di pasar regular.

BEI berharap tiga indeks saham baru dapat menjadi landasan acuan bagi produk-produk pasar modal seperti reksa dana, exchange trade fund (ETF) dan produk derivatif lainnya.

Metode Perhitungan

Metode penghitungan Indeks IDX High Dividend 20 menggunakan metode Capped Dividend Yield Adjusted Free-Float Market Capitalization Weighted. Indeks ini menggunakan nilai kapitalisasi pasar dan jumlah saham beredar di publik (free float) sebagai bobot dengan penyesuaian menggunakan imbal hasil, serta mengenakan batasan bobot dalam indeks paling tinggi untuk satu saham adalah 15 persen.

Sementara itu metode penghitungan Indeks IDX BUMN20 menggunakan metode Capped Market Capitalization Weighted atau menggunakan kapitaliasi pasar sebagai bobot serta mengenakan batasan bobot dalam indeks paling tinggi untuk satu saham adalah 15 persen. Sedangkan metode perhitungan indeks JII70 sama dengan mayoritas indeks saham yang ada di BEI, yakni Market Capitalization Weighted.

BEI akan melakukan 2 jenis evaluasi berkala atas Indeks IDX High Dividend 20 dan IDX BUMN20 yaitu Evaluasi Mayor yang mencakup evaluasi atas konstituen dan penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks. Selanjutnya adalah Evaluasi Minor yang hanya mencakup penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks.

Untuk indeks IDX High Dividend 20, Evaluasi Mayor dilakukan setiap akhir bulan Januari dan selanjutnya akan efektif setiap hari bursa pertama di bulan Februari. Evaluasi Minor untuk indeks tersebut dilakukan setiap akhir bulan Juli dan selanjutnya akan efektif setiap hari bursa pertama di bulan Agustus.

Sementara itu Evaluasi Mayor indeks IDX BUMN20 dilakukan setiap akhir bulan Januari dan Juli untuk selanjutnya akan efektif setiap hari bursa pertama di bulan Februari dan Agustus. Evaluasi Minor untuk indeks IDX BUMN20 dilakukan setiap akhir bulan April dan Oktober untuk selanjutnya akan efektif setiap hari bursa pertama di bulan Mei dan November.

Indeks JII70 akan dilakukan peninjauan berkala setiap akhir bulan Mei dan November untuk selanjutnya akan efektif setiap hari bursa pertama di bulan Juni dan Desember. Periode ini mengikuti jadwal peninjauan berkala ISSI dan Jakarta Islamic Index (JII).

BEI menetapkan tanggal dasar untuk indeks IDX High Dividend 20 dan IDX BUMN20 pada 30 Januari 2009 dengan nilai dasar 100. Sementara untuk indeks JII70 ditetapkan tanggal dasar pada 29 Mei 2009 dengan nilai dasar 100. (AM)