Teknikal IHSG : Sempat Rebound Namun Kembali Tertekan, Bagaimana Prospeknya?

Bareksa • 23 Mar 2018

an image
Karyawan melintas di bawah monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/12). IHSG kembali mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa ditutup naik 33,7 poin atau 0,55 persen menjadi 6.167,67 setelah sebelumnya juga sempat rekor di 6.113,653 pada Kamis 14 Desember 2017. (ANTARA FOTO/Sigid K)

Indeks Harga Saham Gabungan kemarin ditutup melemah 0,93 persen di level 6.254,07

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tak berdaya pada Kamis 22 Maret 2018, padahal baru saja sehari sebelumnya IHSG mencatatkan kenaikan cukup signifikan yang ternyata hanya sesaat.

Adapun pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,93 persen di level 6.254,07. Aktivitas transaksi kemarin terpantau cukup ramai oleh aksi panik jual pasca pertemuan The Fed di hari Rabu.

Volume perdagangan mencapai 15,21 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,86 triliun. Sebanyak 137 saham mengalami kenaikan, 220 saham mengalami penurunan, serta 118 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di sisi lain, investor asing terlihat mencatakan pembelian bersih (net buy) meski hanya tipis senilai Rp126,86 miliar. Namun apabila ditelusuri, aksi net buy tersebut ternyata mayoritas berasal dari pasar negosiasi dan tunai senilai Rp893,86 miliar. Sementara di pasar reguler, investor asing masih terlihat menjual sahamnya senilai Rp767 miliar.

Sementara itu secara sektoral, mayoritas sektor berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin dengan penurunan terdalam dipimpin oleh sektor keuangan (-1,78 persen), kemudian industri dasar (-1,45 persen), dan properti (-1,14 persen).

Hanya ada dua sektor yang berakhir menghijau yaitu aneka industri dan perdagangan dengan masing-masing kenaikan 0,45 persen dan 0,06 persen.

Saham-saham yang mendorong kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin antara lain :

• PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) : -3,41 persen
• PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) : -2,74 persen
• PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) : -3,77 persen
• PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) : -9,09 persen
• PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) : -5,87 persen

Analisis Teknikal IHSG
 
Secara teknikal pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin membentuk bearish engulfing yang menggambarkan pergerakan negatif dalam rentang yang cukup lebar dibandingkan hari sebelumnya dan juga terlihat berakhir pada level terendahnya.

Secara intraday, sebenarnya pergerakan IHSG cukup baik sejak awal pedagangan meskipun perlahan mulai tertekan namun masih mampu ditutup menghijau 0,19 persen saat sesi pertama berakhir.

Namun saat memasuki sesi kedua, tekanan pada IHSG semakin membesar sehingga mendorong IHSG masuk ke dalam zona merah hingga berakhir pada level terendahnya di sore hari.

Volume mengalami peningkatan menandakan adanya aksi tekanan jual cukup tinggi, terutama pada saham-saham big caps perbankan. Indikator relative strength index (RSI) terlihat kembali bergerak turun menandakan sinyal negatif adanya potensi penurunan lanjutan dengan target di support level 6.221.

Selain itu, posisi garis MA saat ini juga mengindikasikan sinyal downtrend yang cukup kuat dengan garis MA 5 yang berada di bawah MA 20 dan MA 60.

Adapun situasi bursa saham kawasan regional Asia pada penutupan kemarin terpantau searah dengan pergerakan IHSG. Mayoritas mengalami koreksi dengan beberapa bursa yang melemah antara lain Straits Time (-0,56 persen), SET (-0,2 persen), Shanghai Composite (-0,53 persen), dan Hang Seng (-1,09 persen). Sedangkan bursa yang menguat yaitu Nikkei 225 (0,99 persen) dan KOSPI (0,44 persen).

Dilihat dari sudut pandang teknikal, pergerakan IHSG masih berpotensi cenderung dibayangi pelemahan lanjutan. Kondisi bursa saham Amerika Serikat (AS) pagi iniyang ditutup berguguran dengan indeks Dow Jones turun tajam (-2,93 persen), kemudian S&P500 jatuh (-2,52 persen), dan Nasdaq terperosok (-2,43 persen) diperkirakan akan menjadi sentimen negatif yang membawa IHSG untuk turun lebih dalam lagi.

Sementara itu Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang lebih dikenal dengan pengukur ketakutan Wall Street melonjak tajam ke level 23,34 poin (30,68 persen), menandakan adanya kekhawatiran pelaku pasar yang meningkat signifikan.

Selain itu, harga  komoditas minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga terpantau pada pagi ini turun 1,95 persen. Hal tersebut diperkirakan dapat menjadi sentimen negatif tambahan yang menekan pergerakan IHSG pada hari ini. (AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.

Tags:
ihsg