
Bareksa.com - Berikut reksa dana yang diperdagangkan di marketplace reksa dana Bareksa dengan return tertinggi dalam sebulan terakhir :
1) Reksa Dana Saham : TRAM Infrastructure Plus (13,9 persen)
2) Reksa Dana Saham Syariah : Sucorinvest Sharia Equity Fund (14,11 persen)
3) Reksa Dana Campuran : TRIM Kombinasi 2 (11,15 persen)
4) Reksa Dana Campuran Syariah : TRIM Syariah Berimbang (6,86 persen)
5) Reksa Dana Pendapatan Tetap : Ganesha Abadi (2,19 persen)
6) Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah : Bahana Mes Syariah Fund (1,55 persen)
7) Reksa Dana Pasar Uang : Pinnacle Money Market Fund (0,58 persen)
8) Reksa Dana Pasar Uang Syariah : Emco Barokah Syariah (0,58 persen)
Benchmark Reksa Dana:
- Inflasi Desember : 0,71 persen
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan
- IHSG : 7,07 persen
- Indeks Reksa Dana Saham : 7,8 persen
- Indeks Reksa Dana Saham Syariah : 5,86 persen
- Indeks Reksa Dana Campuran : 4,54 persen
- Indeks Reksa Dana Campuran Syariah : 4,83 persen
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap : 1,11 persen
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah : 1 persen
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang : 0,37 persen
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang Syariah : 0,34 persen
Summary
Pada perdagangan akhir pekan lalu (Jumat, 26 Januari 2018), pasar saham kembali mencetak rekor tertinggi baru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh level tertingginya di 6.677 dan berakhir ditutup menguat 0,68 persen di level 6.660,62.
Dalam sepekan, IHSG mencatatkan kenaikan 2,61 persen. Investor asing membukukan pembelian bersih Rp694,7 miliar di seluruh pasar.
Nilai tukar rupiah turut bergerak menguat. Dalam sepekan, di pasar spot, rupiah terapresiasi 0,07 persen dan berakhir di Rp13.306 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat. Tren penguatan rupiah didukung sentimen dolar AS yang masih berjuang di level terendahnya dalam tiga tahun.
Investor akan mencermati rilis data ekonomi dalam negeri seperti data foreign direct investment YoY Q4 2017, Nikkei Manufacturing PMI periode Januari 2018, dan rilis data inflasi Januari 2018 yang dijadwalkan akan dirilis pekan ini.
Tren penguatan yang terjadi di pasar saham turut pula memberikan dorongan pada kinerja reksa dana saham. Jenis reksa dana ini menempatkan sebagian besar asetnya pada efek saham. Dalam sebulan terakhir, indeks reksa dana saham mencatatkan return 7,8 persen.
Reksa dana saham dapat menjadi pilihan investasi menarik pekan ini. Aksi beli investor asing serta pergerakan IHSG yang masih berada dalam jalur penguatannya dapat mendorong pertumbuhan return reksa dana saham. Terlebih, pertumbuhan return rata-rata reksa dana saham merupakan yang tertinggi dibandingkan jenis lainnya dalam sebulan terakhir.
Begitu pula pada kinerja reksa dana campuran. Reksa dana yang juga menempatkan saham dalam aset portofolio reksa dananya ini mencatatkan return 4,54 persen dalam sebulan terakhir.
Reksa dana indeks yang juga menempatkan saham dalam portofolio reksa dananya turut membukukan return menarik. Jenis reksa dana ini adalah reksa dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan.
Pada marketplace Bareksa, terdapat dua produk reksa dana indeks, yakni reksa dana CIMB-Principal Index IDX30 dan reksa dana Kresna Indeks 45. Dalam sebulan terakhir, kedua reksa dana ini mencatat pertumbuhan return masing-masing 6,31 persen dan 6,71 persen. Reksa dana indeks ditujukan untuk investor yang menginginkan transparansi atas investasinya.
Selanjutnya di pasar obligasi, meski sempat mengalami tekanan pada beberapa hari terakhir, pasar obligasi domestik masih mencatatkan kinerja positif. Hal ini tercermin dari pergerakan indeks obligasi konvensional, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) yang tercatat tumbuh 1,91 persen dalam sebulan terakhir (per 26 Januari 2018).
Hal ini turut menopang kinerja reksa dana pendapatan tetap yang menempatkan sebagian besar asetnya pada obligasi. Dalam sebulan terakhir, rata-rata reksa dana pendapatan tetap mencatatkan return 1,11 persen.
Untuk investor penghindar risiko, reksa dana pasar uang menjadi produk yang paling sesuai untuk dipilih. Dalam sebulan terakhir, indeks reksa dana pasar uang stabil di return 0,37 persen. Jenis reksa dana ini menempatkan asetnya pada deposito dan surat utang jangka pendek yang memiliki risiko fluktuasi pasar rendah dibanding instrumen investasi lainnya seperti saham.
**
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana..