Saham TRAM Menguat 35 Persen Sejak Ganti Nama Jadi Trada Alam Minera

Bareksa • 23 Oct 2017

an image
Seorang karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Menariknya hingga sesi I perdagangan hari ini, terdapat enam broker yang melakukan aksi netting

Bareksa.com - Investor merespons positif perkembangan proses rencana PT Trada Maritime Tbk (TRAM) untuk mendiversifikasi bisnis ke sektor pertambangan. Hal itu terlihat dari pergerakan saham TRAM pada perdagangan hari ini (Senin, 23 Oktober 2017).

Menutup sesi I perdagangan, saham TRAM menguat 20,4 persen ke level Rp183 dari posisi hari sebelumnya Rp152 per saham. Berdasarkan pantauan Bareksa, level penutupan saham TRAM pada sesi I hari ini mengkonfirmasi telah adanya penguatan sebesar 35 persen sejak perusahaan sepakat untuk berganti nama menjadi PT Trada Alam Minera pada 19 Oktober lalu di level Rp135.

Grafik: Pergerakan Intraday Saham TRAM Sesi I (23/10)

Sumber: Bareksa.com

Kembali pada perdagangan saham TRAM hari ini, volume transaksinya mencapai 9,95 juta lot  bernilai Rp168,8 miliar. Saham TRAM sempat menyentuh level tertinggi Rp156 dengan level terendah Rp136. Yang menarik dari transaksi TRAM hari ini, terdapat enam broker yang menjadi pembeli dan penjual (netting) saham terbesar TRAM secara bersamaan.

Tabel : Daftar Enam Sekuritas yang Melakukan Netting di Sesi I (23/10)

Sumber: Bareksa.com

Sebagai informasi, Trada Maritime telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait transaksi material pengambilalihan PT Semeru Infra Energi (SIE), PT Black Diamond Energi (BDE), dan PT SMR Utama Tbk (SMRU). Pada saat yang sama, Trada Maritime juga mengubah namanya menjadi PT Trada Alam Minera Tbk. (Lihat : Tiga Petinggi Trada Maritime Kompak Mengundurkan Diri Jelang RUPSLB)

Langkah tersebut juga akan ditindaklanjuti melalui RUPSLB pada November mendatang yang akan membahas rencana penambahan modal dengan skema rights issue. Sesuai rencana, perseroan menargetkan dana hingga Rp6 triliun.

Di sisi lain, Direktur Trada Maritime Ismail Mahruf menerangkan, pihaknya tidak akan melepas bisnis perkapalan. Namun dengan adanya bisnis pertambangan, perseroan memperkirakan porsi pendapatan perkapalan hanya 20 persen dan 80 persen lainnya dari pertambangan. (hm)