Kembali Anjlok 25 Persen di Pasar Reguler, Harga Saham ENRG di Pasar Nego Rp 165

Bareksa • 27 Jul 2017

an image
Seorang karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

pola-pola transaksi saham yang telah melakukan reverse stock split pada umumnya akan cenderung melemah

Bareksa.com – Harga saham emiten PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), unit usaha Grup Bakrie yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi, pada hari ini Kamis pagi, 27 Juli 2017 kembali anjlok, meneruskan penurunan pada Rabu kemarin. Pada pembukaan perdagangan hari ini 27 Juli 2017, saham ENRG kembali melemah 24,6 persen dari sebelumnya Rp 300 tepat pukul 09.00 WIB.

Menurut pantauan Bareksa, hal ini sebenarnya sudah diperkirakan di mana pola-pola transaksi saham yang telah melakukan reverse stock split pada umumnya akan cenderung melemah seperti yang terjadi pada saham PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP). (Baca Juga : Pola Pergerakan Saham ENRG Setelah Reverse Stock Senasib UNSP? Simak Ulasannya).

Tak hanya itu, apabila para investor memperhatikan transaksi saham ENRG di pasar negosiasi dengan kode perdagangan ENRG.NG pada perdagangan Rabu kemarin, harga saham emiten yang bergerak di bidang energi ini ditutup anjlok 54,75 persen dari sebelumnya Rp 400 menjadi Rp 181 dengan total transaksi mencapai Rp 3,5 miliar. Kondisi itu terjadi saat harga saham di pasar reguler melemah 25 persen di level Rp 300.

Sekedar informasi, bahwa perdagangan di pasar reguler mempunyai batasan penolakan otomatis (auto reject) sebesar 25 persen baik menguat ataupun melemah dengan syarat harga saham di atas Rp 200 per saham. Sedangkan untuk transaksi saham di pasar negosiasi, pihak otoritas tidak membatasi kenaikan atau penurunan secara presentase.

Hingga pukul 09.50 wib, harga saham ENRG di pasar reguler masih belum beranjak di posisi terendahnya untuk hari ini, yakni Rp 226 per saham. Lebih parahnya, harga saham ENRG di pasar negosiasi saat ini diperdagangkan di level Rp 165.