Nilai Kontrak Batubara Eropa Tertinggi Sejak 2014, Saham Sektor Tambang Berjaya

Namun IHSG pada Rabu melemah dengan net sell asing yang mencapai Rp 1,6 triliun
Bareksa • 20 Jul 2017
cover

Pengunjung melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bareksa.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini ditutup melemah 0,27 persen di level 5.806. Menariknya, aksi jual asing masih terus berlangsung, padahal pada perdagangan kemarin saja tekanan jual pelaku pasar asing (foreign net sell) mencapai Rp 1,07 triliun. (Baca Juga : IHSG Kembali Memerah, Asing Jual Bersih Rp 1 Triliun Melalui 5 Saham Ini).

Pada penutupan perdagangan Rabu, 19 Juli 2017 tercatat hanya sektor mining (tambang) dan trade (perdagangan) yang berada di zona hijau di mana masing-masing menguat 1,77 persen dan 0,53 persen. Sementara sektor lainnya berada di zona merah.

Adapun sentimen sektor tambang ditenggarai oleh meningkatnya nilai kontrak batu bara di Amsterdam, Rotterdam atau Antwerp untuk Tahun 2018 yang melonjak di level tertingginya sejak 5 September 2014 menjadi US$ 73,2 per ton setelah Cina terus menutup pertambangan yang sudah tua dan kurang efisien. Hal tersebut di respons positif oleh para pelaku pasar dikarenakan dapat berdampak pada kurangnya pasokan batu bara di pasaran.

Grafik : Pergerakan Intraday Sektor Mining

Sumber : Bareksa.com

Di sisi lain foreign net sell atau aksi jual asing masih terjadi. Pada hari Rabu, 19 Juli 2017, asing menjual Rp 1,6 triliun di mana saham PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang transaksi penjualan Rp 420 miliar, diikuti PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) masing-masing sebesar Rp 65 miliar dan Rp 56 miliar.