IHSG Kembali Memerah, Asing Jual Bersih Rp 1 Triliun Melalui 5 Saham Ini

Asing keluar dari pasar modal Indonesia karena sejumlah faktor
Bareksa • 18 Jul 2017
cover

Seorang karyawan berdiri di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Bareksa.com-  Pada penutupan perdagangan hari ini, 18 Juli 2017, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,32 persen menjadi 5.831,69 dari penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan IHSG karena tingginya aksi jual asing yang tembus Rp 1,07 triliun pada hari ini.

Menurut Analis Oso Securities, Riska Afriani  banyaknya asing keluar dari pasar modal Indonesia karena untuk kedaan saat ini asing masih cenderung wait and see menantikan kinerja emiten pada kuartal II 2017. Disamping faktor fundamental Indonesia yang sedang diperhatikan karena defisit anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang semakin melebar. (Baca juga: Defisit APBN Melebar, Dana Asing Mulai Keluar dari Pasar Indonesia)

Selain itu, Riska juga melihat  data neraca perdagangan Juni 2017 yang baru saja dirilis memiliki hasil yang kurang cemerlang, di mana ekspor  dan impornya  juga turun. Belum lagi indeks manufaktur Indoneisa  juga turun di bawah 50 dan perkiraan Bank Indonesia (BI) terhadap ekonomi di kuartal II 2017 diperkirakan akan berada di bawah target BI.

Untuk saat ini, Riska melihat  yang bisa membawa asing untuk masuk kembali ke pasar modal kita salah satunya adalah pertumbuhan kinerja emiten yang baik di kuartal II ini.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 152,4  miliar, PT Astra Internasional Tbk (ASII) senilai Rp 106 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 87 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 51,6 miliar serta PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 45 miliar.

Tabel: 5 Saham yang Paling Banyak Dijual Asing

Sumber: Bareksa.com

Investor asing paling banyak melepas saham BBRI melalui broker Bahana Sekuritas (DX) sebanyak 29 ribu lot senilai Rp 43,6 miliar. Harga penjualan rata-rata saham emiten perbankan  ini oleh DX sebesar Rp 14.765  per saham.

Tidak hanya DX, CLSA Indonesia (KZ) juga banyak menjual BBRI. Penjualan mencapai 27 ribu  lot senilai Rp 41,1  miliar pada harga rata-rata Rp 14.827 per saham. Harga saham BBRI pun mengalami penurunan sebesar 0,8 persen ke level Rp 14.875  per saham.

Sementara itu ASII banyak dijual asing hingga Rp 106 miliar. ASII paling banyak dijual asing melalui broker Morgan Stanley Tbk (MS) 87 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp 8.678,3 per saham senilai Rp 76,2 miliar.

Selain MS, Macquarie Sekuritas (RX) juga menjual 30 lot saham ASII pada harga rata-rata Rp 8.675,8 per saham senilai Rp 26,5 miliar.

TLKM pun menjadi salah satu saham yang paling banyak dijual asing. Asing melepas saham TLKM paling banyak dilakukan melalui MS, 124 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp 4.613,6 per saham senilai Rp 57,2 miliar.