
Bareksa.com – Gangguan teknis pada penyebaran informasi dari data feed yang dialami Bursa Efek Indonesia (BEI), memberikan kesan menjengkelkan bagi sebagian pelaku pasar. Terutama bagi mereka yang tengah dalam posisi transaksi sebelum pukul 10:00 WIB pada Senin, 10 Juli 2017 kemarin.
Salah satu pelaku pasar mengaku kesal atas kejadian itu. Bagaimana tidak, dirinya yang sedang bertransaksi jual saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) pada level Rp 470, harus menerima status reject.
“Orderan saya sudah masuk (received) dari BEI. Saat data feed eror, statusnya jadi withdraw, tapi setelah normal orderan match. Setelah dicek, orderan saya dinyatakan reject,” cerita pelaku pasar ini kepada Bareksa, Selasa, 11 Juli 2017.
Kekesalan pelaku pasar ini memuncak karena saham WSBP berangsur turun. “Order jual Rp 470, open Rp 478, closing Rp 456,” katanya.
Atas catatan itu, dia mengaku mencatat unrealized loss hingga 2 persen. Untuk itu, dia pun akhirnya memutuskan posisi hold saham WSBP tersebut.
Grafik: Intraday Saham WSBP 11 Juli 2017
Sumber: Bareksa.com
Sebagai informasi saja, BEI sudah memberikan keterangan bahwa seluruh transaksi bursa yang telah terjadi (match) tetap diakui atau tersimpan oleh sistem JATS. Selain itu, seluruh penawaran jual dan permintaan beli yang belum match (open order) akan dihapus oleh sistem JATS.
Di sisi lain, acuan harga untuk perdagangan efek bersifat ekuitas mulai pukul 10:00 WIB pada 10 Juli 2017 waktu JATS menggunakan harga penutupan pada perdagangan Jumat, 7 Juli 2017.
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, menjamin gangguan sistem penyebaran informasi bukan disebabkan oleh adanya kerusakan di jaringan online BEI akibat serangan siber (cyber attack). Melainkan hanya gangguan pada sistem data feed yang terhubung kepada para broker.
Menurut Tito, gangguan datang dari sistem data feed yang tidak bisa terhubung ke para broker di awal perdagangan Senin pagi ini. Jika kondisi normal, sistem itu biasanya dapat menghubungkan data feed kepada para broker yang ingin melakukan transaksi perdagangan pada pagi secara serentak.
Tito mengemukakan karena adanya peraturan perdagangan jika sistem data feed tersebut dalam waktu 15 menit tidak bisa terhubung dengan sedikitnya 30 broker yang akan melakukan transaksi, maka perdagangan harus dihentikan selama 1 jam.