Saham BEKS Melonjak 71%, Daewoo Broker Pembeli Terbesar

Bareksa • 08 Aug 2016

an image
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

BEKS menjadi bank yang dimiliki oleh pemerintah Banten

Bareksa.com - Harga saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) melonjak signifikan pada perdagangan hari ini (Senin 8 Agustus 2016), sejalan dengan realisasi penawaran umum terbatas. Bank ini baru saja berganti nama dari sebelumnya PT Bank Pundi Indonesia Tbk, seiring dengan aksi korporasi yang menjadi jalan masuknya pemerintah Banten sebagai pemegang saham baru perseroan.

Harga BEKS naik 71,79 persen menjadi Rp67 pada jeda siang hari ini dibandingkan level pembukaan sebelumnya Rp50. Meskipun harga hari ini lebih rendah dibandingkan harga penutupan akhir pekan lalu, saham BEKS tetap dianggap naik karena adanya penyesuaian harga terkait rights issue. Total nilai transaksi saham BEKS sebesar Rp24,9 miliar dan sebanyak 3,9 juta saham berpindah tangan.

Peningkatan harga saham hari ini menyentuh persentase peningkatan harian terbesar sehingga penawaran di atas harga terakhir akan terkena penolakan otomatis (auto rejection) di pasar reguler. Antrean beli pun menumpuk hingga sebanyak 1,36 juta lot tetapi tidak ada antrean jual.

Grafik: Pergerakan Harga Saham BEKS Intraday 8 Agustus 2016

Sumber: Bareksa.com

Meskipun tidak ada antrean jual di pasar reguler, saham BEKS berhasil terjual pada harga Rp150 per lembar saham di pasar negosiasi. Sebanyak 1.000 lembar saham BEKS senilai total Rp150 juta terjual di pasar negosiasi melalui broker Valbury Asia Securities (CP).
 
Secara umum, broker pembeli terbesar saham BEKS pada perdagangan hari ini adalah Daewoo Securities Indonesia (YP) dengan total beli sebanyak 762.243 lot senilai Rp4,7 miliar. Nilai pembelian oleh YP mencapai 18,9 persen nilai transaksi saham BEKS hari ini.

Di sisi lain, CP merupakan penjual terbesar dengan nilai transaksi Rp3,5 miliar sebanyak 536.567 saham BEKS. Sehingga, harga rata-rata penjualan BEKS oleh CP hari ini mencapai Rp65,2 per saham.

Hari ini merupakan ex-date dari aksi rights issue yang dilakukan untuk memberi jalan PT Banten Global Development (BGD) mengakuisisi BEKS dari Recapital Securities. Artinya, investor yang baru memiliki saham BEKS hari ini tidak akan masuk dalam daftar pemegang saham yang mendapat hak memesan efek rights issue. Harga eksekusi rights issue Rp18 per saham mempengaruhi harga teoritis saham di pasar reguler.

Harga teoritis ini berada di Rp 39, di bawah batas minimum perdagangan saham di pasar reguler, yaitu Rp50. Hal ini menjelaskan harga pembukaan saham BEKS di Rp50, dan saham BEKS hari ini tetap dianggap naik setelah pada Jumat lalu ditutup di Rp108.

Total dana hasil PUT IV berjumlah sebanyak-banyaknya Rp650 miliar dan merupakan 76,71 persen dari jumlah saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT IV.

Dalam Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) ini, BEKS menerbitkan 35,42 miliar saham biasa Seri B dengan nilai nominal Rp18,35 per saham yang ditawarkan dengan harga Rp18,35 per saham. Setiap pemegang 1000 saham biasa Seri A yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Agustus  2016 Pukul 16.00 WIB berhak atas 3.294 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Recapital dan BGD telah meneken perjanjian tanggal 10 Juni 2016. Dalam perjanjian itu, BGD membeli hak yang dimiliki oleh Recapital sebagai pemegang saham lama senilai Rp300 miliar. Selain itu, akan masuk pemegang saham baru, PT MNC Capital Indonesia Tbk senilai Rp100 miliar serta hak tagih Green Resources International Ltd Rp129,64 miliar akan dikonversi saham.