Harga Saham Hanson Naik 7%, Tapi Antrean Beli 0 Lot

Bareksa • 09 Feb 2016

an image
Pialang mengamati pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Jakarta, Senin (10/8) bertepatan dengan peringatan 38 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Kenaikan harga saham MYRX telah terjadi sejak masa efektif menjadi anggota LQ 45, 1 Februari 2016

Bareksa.com -  Hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham hari ini ( Selasa, 9 Februari 2016) harga saham  PT Hanson Indonesia Tbk (MYRX) naik signifikan 7 persen menjadi Rp840 dari sebelumnya Rp785.

Menariknya, antrean beli saham MYRX sangat kecil, hanya  53 lot. Bahkan sebelumnya pada pukul 11.45 antrean beli MYRX sempat nol lot.

PT Masindo Artha Securities (DM) menjadi pembeli terbesar saham MYRX 70.800 lot senilai Rp6,5 miliar pada harga rata-rata Rp920. Nilai transaksi oleh DM setara 8 persen dari seluruh transaksi saham MYRX yang mencapai Rp80,4 miliar.

Selain DM, PT Danpac Sekuritas (BQ) juga membeli saham MYRX  sebanyak 64.635 lot pada harga rata-rata Rp919 atau senilai Rp6 miliar.

Grafik: Pergerakan Harga Saham MYRX Secara Intraday

Sumber: Bareksa.com

Kenaikan harga saham MYRX sebenarnya telah terjadi sejak 1 - 5 Februari 2016 atau masa efektif menjadi anggota Indeks Likuiditas Bursa Efek Jakarta  (BEI) alias LQ45 untuk periode perdagangan Februari - Juli 2016.

Grafik: Pergerakan Harga Saham MYRX 1-5 Februari 2016

Sumber: Bareksa.com

Sepanjang 1-5 Februari,  harga saham perusahaan properti ini telah naik sebesar 20,7 persen. Melonjaknya harga saham MYRX terdorong oleh aksi borong investor melalui PT Evergreen Capital (EL) di pasar reguler  sebanyak 700 ribu lot pada harga rata-rata Rp704,5 per saham atau senilai Rp49,2 miliar.

Tapi di pasar negosiasi, EL juga terpantau sebagai penjual terbesar, dengan melepas 1,5 juta lot saham MYRX pada harga rata-rata Rp617 per saham atau senilai Rp95,6 miliar.