Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,15 persen turun ke level 4.646,95, menyentuh level terendah selama 1,5 tahun terakhir pada perdagangan sesi I hari ini. Turunnya IHSG didorong oleh pelemahan sektor industri dasar (-4,53 persen), manufaktur (-2,91 persen), dan komponen alat berat (-2,7 persen). Investor asing pun membukukan aksi jual Rp137,24 miliar. Kondisi ini terimbas dari diberlakukannya devaluasi Yuan, mata uang China.
Dikutip dari Reuters, Bank Sentral China (PBOC) memutuskan mendevaluasikan hampir 2 persen mata uangnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi terhadap dolar AS.
Imbasnya, investor pun bereaksi dengan membeli dolar AS sehingga mata uang negeri Paman Sam ini kembali menguat terhadap hampir seluruh mata uang global, khususnya mata uang kawasan Asia.
"As this event has boosted the U.S. dollar and dampened local currencies, it is likely to be welcomed by regional central banks," ungkap Annette Beacher, kepala strategi analisa makro Asia-Pasifik di TD Securities.
Grafik Pergerakan Intraday Nilai Tukar Yuan Terhadap dolar AS
Sumber: Bloomberg
Penurunan IHSG pada sesi pertama ini merupakan yang terlemah jika dibandingkan dengan sejumlah negara Asia lainnya. Di posisi kedua ditempati oleh FTSE Bursa Malaysia KLCI yang melemah 0,84 persen menjadi 11.272,37 dan disusul Singapore-Strait Times Index yang turun 0,75 persen menjadi 3.171,22.
Perbandingan Pergerakan Indeks Saham Regional
Sumber: Bareksa.com