Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari ini, Kamis 28 Mei 2015 ditutup melemah, seiring dengan anjloknya indeks bursa China, Shanghai Stock Excange sebesar 6,5 persen dan Indeks Hongkong, Hang Seng sebesar 2,74 persen.
IHSG pada penutupan perdagangan hari ini melemah 0,30 persen ke level 5.237,4. Shanghai Stock Exchange melemah 321 poin menjadi 4620,02 dan Hang Seng melemah 768,28 poin menjadi 27.312,93.
Dikutip dari Reuters bahwa pasar saham China turun tajam akibat adanya pengetatan pada transaksi margin. Pada Kamis pagi ini setidaknya telah ada tiga broker Cina, termasuk Guosen Securities Co, Southwest Securities Co dan Changjiang Securities Co menyatakan akan memperketat persyaratan margin.
Selain itu, menurut Analis Paramitra Alfa Sekuritas Mohammad Adityo pelemahan China juga dipicu euphoria perdagangan lintas batas antara Hong Kong - Tiongkok telah selesai. Buruknya data penjualan retail Tiongkok, data Fixed Asset Investment China serta data kredit baru China baik pada Maret ataupun April tidak mampu mendorong indeks lebih kencang lagi.
Sementara, IHSG tertekan oleh pelemahan beberapa saham seperti BMRI yang turun 1,82 persen menjadi Rp10.800, BBRI turun 1 persen menjadi Rp11.825, UNTR turun 4,5 persen menjadi Rp21.100, AALI turun 2,2 persen menjadi Rp26.225 dan SMRA 2,8 persen menjadi Rp1.920.