
Bareksa.com - Hingga siang ini harga saham terus mengalami penurunan tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hingga hampir menembus level psikologis 5.000. Pada sesi pertama IHSG turun 0,41 persen menjadi 5.003,45.
Sejak tertundanya pengumuman Kabinet Kerja Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, pergerakan IHSG cenderung bergerak negatif. Dari tanggal 24 sampai 27 Oktober 2014 saja sudah turun sekitar 1 persen ke 5.024,29.
Penurunan itu seiring dengan pelemahan rupiah yang tanggal 24 Oktober lalu masih berada di kisaran Rp12.065 per dolar menjadi Rp12.095 per dolar pada 27 Oktober. Lalu hingga siang ini, nilai tukar rupiah masih terus melemah hingga ke Rp12.145 per dolar.
Grafik Pergerakan IHSG Dengan Rupiah
Sumber: Bareksa.com
Paska pengumuman pun investor merespon negatif karena hasil pengumuman tersebut dibawah ekspektasi dari investor.
Dampak dari penundaan kabinet juga dikhawatirkan akan berimplikasi kepada penundaan kenaikan BBM.
Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah merencanakan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada hari Jumat, tanggal 31 Oktober. Kemudian Jusuf Kalla juga menyampaikan kenaikan harga BBM akan terjadi setelah 1-2 minggu terbentuknya kabinet.
Jika ditunda juga, maka akan semakin memperlebar defisit neraca berjalan serta menghambat pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Selain dari segi politik, rilis laporan keuangan emiten periode Januari-September 2014 yang kurang memuaskan turut membebani pergerakan saham.
Seperti dari sektor perbankan, dari 6 emiten yang telah merilis kinerjanya, hanya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang labanya diatas ekspektasi. Sementara yang lainnya hanya sejalan atau bahkan di bawah ekspektasi seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN). (np)