Likuiditas ORI melonjak karena Banyak Peminat: Bisnis Indone

Bareksa • 25 Jun 2014

an image
Nasabah mendapatkan penjelasan mengenai ORI010 di Bank BRI, Jakarta (Investor Daily/DAVID GITA ROZA)

Obligasi ritel menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi konvensional

Bareksa.com - Volume dan frekuensi transaksi obligasi dan sukuk ritel pemerintah sepanjang 5 bulan pertama tahun ini meningkat, seiring dengan keinginan investor untuk mendapatkan imbal hasil atau return lebih tinggi di tengah kondisi pasar yang cenderung stagnan.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, frekuensi perdagangan obligasi dan sukuk ritel pada Januari-Mei 2014 naik masing-masing 52,9 persen dan 20,5 persen menjadi 12.003 kali dan 7.850 kali dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, obligasi ritel mencatatkan kenaikan sebesar 59,6 persen menjadi Rp49,8 triliun, sedangkan sukuk ritel turun 11 persen menjadi Rp70,9 triliun.

Peningkatan likuiditas disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tersedianya pembeli dan masih minimnya produk yang tersedia di pasar, I Made Adi Saputra, analis PT BNI Securities mengatakan. Selain itu, obligasi ritel menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi konvensional.

 

Bisnis Indonesia, hal. 13