Apa yang mau kamu cari?

Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.

BeritaArrow iconKategoriArrow iconArtikel

Ditengah Pelemahan Rupiah, Sejak April Inflow Asing di SBN C

06 Juni 2014
Tags:
Ditengah Pelemahan Rupiah, Sejak April Inflow Asing di SBN C
Pelemahan Rupiah terhadap pergerakan obligasi

Nilai tukar Rupiah melemah 4,89 % sejak April, tetapi yield obligasi 10 tahun bertahan di level 8%

Bareksa.com – Melihat tren pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini, bagaimanakah dampaknya terhadap pergerakan harga obligasi pemerintah?

Seperti yang dapat dilihat pada grafik nilai tukar Rupiah di bawah ini, dari tanggal 1 Januari 2013 hingga 30 Desember 2013, nilai tukar Rupiah melemah 26,83 persen. Pelemahan tersebut dipicu oleh defisit di neraca berjalan yang semakin melebar. Kemudian dari tanggal 30 Desember 2013 hingga 2 April 2014, Rupiah kembali menguat 7,6 persen karena defisit menurun dan juga didorong sentimen positif atas berlangsungnya Pemilihan Umum di Indonesia. Tetapi nilai tukar Rupiah kembali melemah 4,89 persen dari tanggal 2 April 2014 sampai 5 Juni 2014 yang didorong pelemahan ekspor dan kenaikan impor yang tercermin pada neraca perdagangan di bulan April 2014 mengalami defisit sebesar USD1,96 miliar.

Grafik Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Promo Terbaru di Bareksa

Illustration

Sumber : Bareksa.com

Secara teori, jika nilai tukar Rupiah melemah, maka kinerja obligasi juga akan turun yang tercermin pada harga obligasi yang menurun serta yield yang meningkat. Berdasarkan data bareksa, seiring dengan pelemahan nilai tukar Rupiah, yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun meningkat dari 5,19 persen per tanggal 1 Januari 2013 ke level tertingginya 9,14 persen di tanggal 6 Januari 2014, mencerminkan harga obligasi menurun pada periode tersebut.

Tetapi perhatikan pada periode awal April 2014 hingga kemarin 5 Juni 2014, yield obligasi pemerintah bergerak stabil, berkisar di level 8 persen, walaupun nilai tukar Rupiah melemah 4,89 persen. Pergerakan obligasi masih berada dalam tahap konsolidasi.

Grafik Yield Obligasi Pemerintah Tenor 10 Tahun

Illustration

Sumber : Bareksa.com

Berdasarkan data SBN (Surat Berharga Negara) yang diperdagangkan dan diolah oleh Bareksa.com, mencengangkan bahwa di pasar obligasi justru pada periode awal April 2014 sampai 23 Mei 2014, masih terjadi inflow dana asing sebesar Rp35,65 triliun. Total Inflow dana asing dari 31 Desember 2013 sampai 23 Mei 2014 sebesar Rp72,56 triliun atau meningkat 22,53 persen. Artinya inflow dana asing yang terjadi sejak awal April bernilai lebih dari setengah total inflow dana asing di SBN dari awal tahun hingga 23 Mei 2014, walaupun di periode yang sama nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan. Hal ini menunjukan masih ada kepercayaan dari investor asing terhadap pasar keuangan di Indonesia.

Grafik Nilai Dana Asing Di SBN (Surat Berharga Negara)

Illustration

Sumber : Bareksa.com

Kepercayaan investor juga tercermin dari hasil lelang obligasi pemerintah sebelumnya. Di kutip dari website Direktorat Jendral Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan Republik Indonesia, pada tanggal 26 Mei 2014 lalu, hasil lelang surat utang baru menunjukan over subscribed (kelebihan penawaran). Dimana target indikatif yang diajukan Pemerintah pada lelang tersebut hanya Rp8 triliun, namun penawaran yang masuk mencapai Rp15,1 triliun. Dan nilai penawaran tersebut lebih tinggi dari lelang sebelumnya yang hanya mencapai Rp14,2 triliun.

Pada tanggal 10 Juni 2014 mendatang Pemerintah akan kembali melelang SUN (Surat Utang Negara) dengan target indikatif Rp8 triliun. Dan diperkirakan masih akan terjadi over subscribed dalam lelang tersebut.

* Ni Putu Kurnia Sari adalah Head of Research PT Bareksa Portal Investasi

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.195,74

Up0,21%
Up5,42%
Up9,01%
Up9,30%
Up19,28%
Up9,10%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.149,62

Up0,34%
Up4,68%
Up9,31%
Up11,02%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.179,05

Up0,47%
Up5,10%
Up8,49%
Up9,10%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.032,43

Up0,64%
-----
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua
info
Bareksa Community
close
Community illustration

Gabung komunitas investor eksklusif.
Ikuti kelas pembelajaran tentang investasi secara online gratis via Aplikasi Telegram

checkAkses gratis
checkKonten edukasi tiap minggu
checkDiskusi dengan investor lain
checkUpdate promo & event terbaru
Bagikan Artikel
Ditengah Pelemahan Rupiah, Sejak April Inflow Asing di SBN C

Ditengah Pelemahan Rupiah, Sejak April Inflow Asing di SBN C

Nilai tukar Rupiah melemah 4,89 % sejak April, tetapi yield obligasi 10 tahun bertahan di level 8%

Bareksa