Bitcoin Tembus US$81.000 Usai Hasil Pemilu Sela AS

Hanum Kusuma Dewi • 05 Nov 2026

an image
Ilustrasi reli harga Bitcoin hingga menembus US$81.000 usai hasil Pemilu Sela AS. (Cryptowave)

Kepastian hasil pemilu meredakan ketidakpastian politik, memicu aksi beli dan likuidasi posisi short lebih dari US$600 juta dalam 12 jam.

Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.

Bareksa - Harga Bitcoin (BTC) berbalik menguat dan menembus level US$81.000 pada Rabu malam, 4 November 2026, setelah hasil Pemilu Sela Amerika Serikat (AS) memberi kepastian soal peta kekuasaan di Kongres. Kenaikan ini datang tak lama setelah BTC sempat tertekan ke kisaran US$75.600 di awal hari, dan menandai kembalinya optimisme investor setelah ketidakpastian politik mereda.

Mengutip CryptoWave pada Rabu, 4 November 2026, penguatan Bitcoin berlangsung bertahap: dari US$79.000, lalu menembus level psikologis US$80.000, hingga mencapai US$81.000 dalam rentang waktu singkat. Pemicunya adalah meredanya ketidakpastian setelah Partai Demokrat dipastikan menguasai Kongres AS, yang diikuti aksi beli besar dan kembalinya arus modal institusional ke pasar aset digital.

Reli ini juga diwarnai gelombang likuidasi posisi short, yaitu posisi bertaruh harga turun yang memakai dana pinjaman (leverage) dan otomatis ditutup ketika harga bergerak berlawanan. Menurut CryptoWave, likuidasi posisi short mencapai US$320 juta hanya dalam 30 menit, sementara total likuidasi posisi leverage di pasar kripto menembus US$600 juta dalam 12 jam. Meski begitu, aksi beli langsung menyerap tekanan tersebut sehingga kapitalisasi pasar kripto global bertambah lebih dari US$150 miliar pada periode yang sama.

Indikator
Nilai
Harga BTC terendah awal hari (4 Nov)
Kisaran US$75.600
Level BTC terbaru yang ditembus
US$81.000
Kenaikan harga BTC
+US$4.600
Kenaikan harga ETH
+US$210
Likuidasi posisi short (30 menit)
US$320 juta
Total likuidasi posisi leverage (12 jam)
Lebih dari US$600 juta
Tambahan kapitalisasi pasar kripto global
Lebih dari US$150 miliar

Sumber: CryptoWave, diolah Bareksa

Dari Tekanan Jual ke Reli dalam Sehari

Di awal hari, pasar kripto sempat bergejolak karena investor khawatir pembahasan kerangka regulasi penting seperti CLARITY Act bisa tertunda akibat perubahan peta politik di Washington. Kekhawatiran ini sempat memicu aksi jual dan tekanan pada harga Bitcoin.

Namun, menurut CryptoWave, rampungnya pembagian kursi di Kongres AS justru membuat pelaku pasar kembali masuk. Kepastian hasil pemilu dinilai memicu arus modal baru ke produk investasi berbasis blockchain, dan sentimen positif ini juga terasa di bursa saham AS yang perlahan bergerak stabil setelah sempat berfluktuasi di zona merah.

Cek Harga Bitcoin di Bareksa Crypto RWA

Mengapa Likuidasi Mempercepat Kenaikan?

Ketika harga naik cepat, posisi short yang memakai leverage terpaksa ditutup. Penutupan posisi ini pada dasarnya berarti membeli kembali aset, sehingga dapat menambah dorongan kenaikan harga dalam waktu singkat. Inilah sebabnya pergerakan harga kripto saat terjadi likuidasi besar sering terlihat lebih tajam dibanding kondisi normal, baik saat naik maupun turun.

Apa Artinya bagi Investor?

  • Kepastian mengurangi ketidakpastian: Reli ini menunjukkan pasar kripto sangat peka terhadap kejelasan politik dan regulasi. Begitu ketidakpastian mereda, minat beli bisa kembali dengan cepat.
  • Hindari keputusan karena FOMO: Kenaikan cepat dalam hitungan jam tidak selalu mencerminkan tren jangka panjang. Investor ritel sebaiknya tidak mengejar harga, tetapi tetap berpegang pada rencana investasi, misalnya membeli rutin secara berkala (dollar cost averaging/DCA).
  • Jaga porsi kripto dalam portofolio: Karena volatilitasnya tinggi, kripto idealnya menjadi porsi kecil dari total aset. Pelajari berapa persen kripto yang ideal dalam portofolio investasi sesuai profil risiko Anda.
  • Diversifikasi tetap penting: Bitcoin bisa dipadukan dengan aset lain yang karakternya berbeda. Simak juga ulasan Bitcoin dan emas sebagai dua aset yang bisa saling melengkapi.

Faktor Risiko

  • Volatilitas tinggi: Harga Bitcoin bisa bergerak ribuan dolar AS dalam hitungan jam, seperti yang terjadi pada 4 November 2026.
  • Risiko leverage: Likuidasi lebih dari US$600 juta dalam 12 jam menunjukkan besarnya risiko trading dengan dana pinjaman. Investor pemula sebaiknya menghindari produk leverage.
  • Sentimen politik dan regulasi: Arah kebijakan di AS, termasuk pembahasan CLARITY Act, masih bisa memengaruhi sentimen pasar kripto ke depan.
  • Gunakan platform terdaftar: Pastikan transaksi kripto dilakukan di platform yang terdaftar dan diawasi OJK.

Kesimpulan

Bitcoin menembus US$81.000 pada 4 November 2026 setelah hasil Pemilu Sela AS meredakan ketidakpastian politik, didukung aksi beli besar, kembalinya arus modal institusional, dan likuidasi posisi short. Bagi investor, momen ini menjadi pengingat bahwa pasar kripto bisa berbalik arah dengan cepat. Strategi yang lebih tenang, yakni investasi rutin, porsi yang terukur, dan diversifikasi, tetap lebih penting daripada mengejar pergerakan harga harian.

Pantau Berita BTC di Aplikasi CryptoWave

Disclaimer

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Bareksa menyajikan ringkasan ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.

Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena