Bitcoin di Area US$75.000 saat Pasar Cermati Pemilu Sela AS, Investor Perlu Tahu Ini

Hanum Kusuma Dewi • 04 Nov 2026

an image
Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin di tengah pemilu sela AS. (Cryptowave)

Hasil midterm election bisa memengaruhi laju regulasi kripto AS, sementara Binance memastikan pengguna tidak dirugikan atas peretasan pekan lalu.

Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.

Bareksa - Harga Bitcoin bergerak di area US$75.000 pada Rabu pagi (4/11/2026), saat pelaku pasar global menunggu hasil pemilu sela (midterm election) Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah regulasi aset kripto. Di sisi lain, Binance menegaskan pengguna tidak dirugikan atas peretasan pekan lalu dan sekitar 98% aset terdampak dilaporkan telah dipulihkan.

Mengutip CryptoWave pada Rabu, 4 November 2026, Bitcoin berada di sekitar US$75.860 saat pengecekan, melemah sekitar 0,94% dibandingkan penutupan sebelumnya. Harga sempat menyentuh titik terendah harian di sekitar US$75.851. Ethereum juga ikut melemah. Pemilu sela (midterm election) adalah pemilu yang digelar di tengah masa jabatan presiden AS untuk memilih anggota Kongres, yaitu DPR dan sebagian Senat.

Pergerakan ini terjadi di tengah dua sentimen sekaligus: perhatian investor pada kemungkinan perubahan komposisi Kongres AS dan sisa sentimen dari peretasan Binance. Meski begitu, dampak masing-masing faktor terhadap harga Bitcoin belum dapat dipastikan.

Indikator
Nilai
Harga Bitcoin (4/11, saat pengecekan)
Sekitar US$75.860
Perubahan dari penutupan sebelumnya
Turun sekitar 0,94%
Titik terendah harian
Sekitar US$75.851
Kursi DPR AS yang diperebutkan
Seluruh 435 kursi
Kursi Senat AS yang diperebutkan
35 dari 100 kursi
Nilai peretasan Binance (laporan awal)
US$6,34 miliar
Aset terdampak yang dilaporkan sudah dipulihkan
Sekitar 98%

Sumber: CryptoWave, diolah Bareksa

Cek Harga Bitcoin di Bareksa Crypto RWA

Pemilu Sela AS dan Nasib RUU CLARITY Act

Partai Demokrat meraih kemenangan awal dalam pemilu sela AS, namun penghitungan suara masih berlangsung dan partai yang akan menguasai DPR maupun Senat belum dapat dipastikan. Hasil ini diperhatikan industri kripto karena perubahan penguasaan Kongres dapat memengaruhi pembahasan regulasi aset digital.

The Wall Street Journal, seperti dikutip CryptoWave, melaporkan Bitcoin dan Ethereum sama-sama melemah di tengah ekspektasi bahwa meningkatnya kendali Demokrat dapat memengaruhi prospek legislasi kripto. Manajer aset digital 21Shares memperkirakan, jika Demokrat menang di DPR, persyaratan perlindungan konsumen dan aturan konflik kepentingan bisa menjadi lebih ketat, sekaligus memperlambat pembahasan CLARITY Act. Rancangan undang-undang ini mengatur kerangka pengawasan pasar aset digital di AS dan sebelumnya sempat tersendat di Senat.

Artinya, isu yang dicermati pasar bukan sekadar siapa yang menang, melainkan seberapa cepat aturan main kripto di AS bisa disepakati. Regulasi yang lebih ketat di satu sisi bisa memperlambat proses legislasi, tetapi di sisi lain berpotensi menambah perlindungan bagi konsumen.

Update Binance: Pengguna Dipastikan Tidak Dirugikan

Sentimen lain yang masih membayangi pasar adalah peretasan Binance pada akhir Oktober. Dalam laporan awal yang dirilis Selasa (3/11) dan dikutip CryptoWave, Binance mengungkap serangan senilai US$6,34 miliar itu berawal dari rekayasa sosial (social engineering), seperti wawancara kerja palsu yang membuat developer mengunduh malware, lalu berlanjut ke penyalahgunaan alat AI internal dan fitur smart contract EIP-7702 di jaringan Ethereum. FBI mengaitkan serangan ini dengan kelompok peretas yang disokong pemerintah Korea Utara.

Kabar penyeimbangnya, tim keamanan Binance bersama mitra industri berhasil membekukan aset senilai US$2,85 miliar. Manajemen Binance menegaskan seluruh kerugian ditanggung dana cadangan internal (SAFU Funds), sekitar 98% aset terdampak dilaporkan telah dipulihkan, dan sistem internal yang diretas telah dirombak dengan pemeriksaan oleh ahli siber independen.

Apa Artinya bagi Investor?

  • Regulasi ikut menggerakkan harga: Kabar politik dan regulasi di AS, pasar kripto terbesar dunia, bisa memengaruhi sentimen jangka pendek. Hasil akhir pemilu sela masih belum final, sehingga reaksi harga hari ini belum tentu mencerminkan arah jangka panjang.
  • Bandingkan dengan aturan di dalam negeri: Di Indonesia, perdagangan aset kripto sudah berada di bawah pengawasan OJK. Investor bisa mempelajari apa artinya kripto diawasi OJK bagi investor agar tidak hanya bergantung pada kabar regulasi dari luar negeri.
  • Jaga porsi kripto tetap proporsional: Pergerakan harian seperti ini wajar di aset volatil. Menempatkan kripto sebagai bagian kecil portofolio membantu investor tetap tenang. Simak panduan berapa persen kripto yang ideal dalam portofolio investasi.
  • Investasi rutin dan platform terdaftar: Investasi bertahap (DCA) membantu meratakan harga beli saat pasar fluktuatif. Gunakan platform yang terdaftar dan diawasi OJK, serta aktifkan fitur keamanan akun seperti autentikasi dua faktor.

Faktor Risiko

  • Ketidakpastian hasil pemilu: Penghitungan suara masih berjalan, sehingga sentimen pasar bisa berubah cepat begitu hasil resmi keluar.
  • Arah regulasi AS: Pembahasan CLARITY Act berpotensi melambat jika komposisi Kongres berubah, sehingga kepastian hukum industri kripto di AS bisa tertunda.
  • Risiko keamanan siber: Kasus Binance menunjukkan serangan bisa dimulai dari rekayasa sosial terhadap individu. Investor perlu waspada terhadap tautan, file, atau tawaran mencurigakan.
  • Volatilitas harga: Harga kripto dapat bergerak tajam dalam waktu singkat akibat kombinasi sentimen politik, regulasi, dan insiden industri.

Kesimpulan

Bitcoin bergerak di area US$75.000 saat pasar mencermati pemilu sela AS yang hasilnya bisa memengaruhi kecepatan pembahasan regulasi kripto, termasuk CLARITY Act. Di saat yang sama, Binance memastikan pengguna tidak dirugikan dan sebagian besar aset terdampak telah dipulihkan. Bagi investor, momen seperti ini menjadi pengingat untuk fokus pada strategi jangka panjang, menjaga porsi kripto tetap proporsional, dan bertransaksi di platform yang diawasi OJK.

Pantau Berita Bitcoin di Aplikasi CryptoWave

Disclaimer

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Bareksa menyajikan ringkasan ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.

Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena