
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Harga Starknet (STRK), aset kripto milik jaringan Starknet, ditutup di 0,0861 dolar AS atau sekitar Rp1.539 per token pada Selasa (13/10/2026). Harga ini turun 26,4% dari puncaknya 0,117 dolar AS pada Minggu (11/10), setelah naik hampir lima kali lipat dalam enam pekan.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (13/10/2026), lonjakan itu dipicu kabar teknologi anti-komputer kuantum dari StarkWare, perusahaan pengembang Starknet. Kini pasar menanti pelepasan 127,59 juta token baru pada Kamis (15/10).
STRK adalah token asli jaringan Starknet, jaringan tambahan (Layer 2) di atas Ethereum yang dirancang agar transaksi lebih cepat dan murah. Menurut dokumentasi resmi Starknet, STRK dipakai untuk membayar biaya transaksi, ikut menjaga keamanan jaringan (staking), dan memberi hak suara atas perubahan aturan jaringan.
Research Supported by CryptoWave |
Indikator | Posisi | Keterangan |
|---|---|---|
Harga penutupan 13/10 | US$0,0861 (±Rp1.539) | Naik 2,14% harian; naik 66,54% sepekan; naik 201,05% sejak 14/9 |
Harga puncak (11/10) | US$0,117 (±Rp2.091) | Harga 13/10 turun 26,4% dari puncak |
Harga terendah 2 bulan (28/8) | US$0,0245 (±Rp438) | Naik 377,55% hingga puncak 11/10 |
Nilai transaksi harian tertinggi | Lebih dari US$2,5 miliar | Tercatat 11/10, jauh di atas pekan-pekan sebelumnya |
Token unlock berikutnya | 127,59 juta STRK | Kamis 15/10/2026; 1,28% dari pasokan maksimum 10 miliar STRK, atau sekitar 1,7% dari token yang sudah beredar; senilai sekitar US$11 juta pada harga 13/10 |
Sumber: Coinranking (harga penutupan harian), CryptoWave x TRIV Research, Investing.com diolah Bareksa
Kenaikan paling tajam terjadi 7–11 Oktober, saat harga STRK naik dari 0,0483 dolar AS ke 0,117 dolar AS, atau lebih dari dua kali lipat dalam empat hari. Riset CryptoWave x TRIV mencatat nilai transaksi harian STRK di bursa kripto global sempat melampaui 2,5 miliar dolar AS pada 11/10.
Pemicunya kabar dari StarkWare. Perusahaan ini menguji cara melindungi Bitcoin dari komputer kuantum, yaitu komputer generasi baru yang di masa depan dikhawatirkan mampu membobol "gembok digital" aset kripto. Coinbase memperkirakan sekitar 7 juta Bitcoin berpotensi terancam bila komputer seperti itu hadir.
Starknet lalu menyatakan sedang mempertimbangkan berdiri sendiri sebagai jaringan utama yang tahan kuantum pada 2027. Saat ini Starknet ibarat jalan tol layang di atas jalan utama Ethereum, sehingga keamanannya ikut bergantung pada Ethereum. Rencana ini masih wacana, belum keputusan resmi.
Di sisi lain, pasokan token akan bertambah. Token unlock mirip berakhirnya masa penguncian (lock-up) saham setelah IPO: token milik investor awal dan tim yang sebelumnya dikunci menjadi boleh diperjualbelikan. Pelepasan serupa dijadwalkan tiap bulan hingga Maret 2027, sehingga tekanan jual berpotensi berulang.
Grafik: harga penutupan harian STRK dalam dolar AS.
Sumber: Coinranking, diolah Bareksa.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (13/10/2026), berikut level harga yang dicermati analis:
Support adalah level harga yang kerap menahan penurunan; resistance adalah level yang kerap menahan kenaikan.
STRK naik tajam karena kabar teknologi tahan kuantum, tetapi kini diuji tambahan pasokan token yang dimulai 15 Oktober dan berulang tiap bulan. Menurut riset CryptoWave x TRIV, arah berikutnya ditentukan oleh respons harga dan nilai transaksi setelah token unlock, dengan 0,043–0,05 dolar AS sebagai batas bawah penting. Perkembangan ini dapat dicermati sambil menjaga porsi kripto sesuai profil risiko.
Pantau Berita STRK di Aplikasi CryptoWave
Research Supported by CryptoWave |
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Bareksa menyajikan ringkasan riset ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.
Pelepasan token yang sebelumnya dikunci, biasanya milik investor awal dan tim, sehingga boleh diperjualbelikan. Mirip berakhirnya masa lock-up saham setelah IPO.
Komputer kuantum yang cukup canggih dikhawatirkan mampu membobol sistem pengaman aset kripto saat ini. Teknologi itu belum tersedia, tetapi pengembang mulai bersiap.
Jaringan utama berdiri sendiri, seperti Bitcoin dan Ethereum. Layer 2 dibangun di atas jaringan utama agar transaksi lebih cepat dan murah, ibarat jalan tol layang di atas jalan utama.