
Bareksa - Harga emas sempat mencetak level tertinggi pada 2026, namun belakangan harganya terkoreksi. Di tengah koreksi ini, banyak investor bertanya: sebaiknya langsung membeli atau menunggu harga turun lebih dalam? Pertanyaan itu wajar, tetapi sejarah memberi sudut pandang yang menarik.
Harga emas hari ini memang tidak sedang berada di puncaknya. Pasar masih dibayangi banyak ketidakpastian, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang tinggi membuat emas, yang tidak memberikan yield, terlihat kurang menarik dibandingkan instrumen berimbal hasil. Dua faktor itu ikut menekan harga emas dari level tertingginya.
Koreksi harga emas bukan hal baru. Pada Agustus 2020, harga emas sempat menyentuh Rp1.003.796 per gram. Hanya sekitar tujuh bulan kemudian, pada Maret 2021, harganya turun ke Rp806.380 per gram, atau anjlok sekitar 20%. Setelah itu, harga emas cenderung berjalan di tempat hingga Oktober 2023.
Bagi yang menunggu harga terendah, periode ini penuh keraguan: turun lagi atau sudah waktunya beli? Sementara itu, investor yang memilih membeli rutin setiap bulan tidak perlu menebak. Setiap bulan mereka membeli di harga yang berlaku, sehingga harga beli rata-rata terbentuk dari berbagai level, termasuk saat harga sedang rendah. Selama 39 bulan itu, pembeli rutin menjalani fase harga turun dan fase harga mendatar tanpa kepastian kapan harga akan bangkit. Yang dibutuhkan bukan ketepatan waktu, melainkan konsistensi.
Mari hitung dengan simulasi sederhana. Andaikan kamu membeli emas senilai Rp10 juta setiap bulan, mulai Agustus 2020 hingga Oktober 2023, atau selama 39 bulan. Total modal yang dikeluarkan Rp390 juta. Jika seluruh emas tersebut dinilai dengan harga buyback Treasury per 30 September 2026 sebesar Rp2.358.655 per gram, nilainya kini mencapai sekitar Rp1,02 miliar.
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Pembelian per bulan | Rp10 juta |
Lama menabung | 39 bulan (Agustus 2020 - Oktober 2023) |
Total modal | Rp390 juta |
Nilai per 30 September 2026 | sekitar Rp1,02 miliar |
Selisih terhadap modal | Rp634,9 juta |
Kenaikan | 163% |
Sumber: Harga emas Treasury, nilai per 30 September adalah harga buyback
Artinya, kamu memperoleh selisih Rp634,9 juta atau 163% di atas modal. Pembelian saat harga turun 20% turut menambah jumlah gram yang terkumpul untuk setiap rupiah yang dikeluarkan. Simulasi ini bersifat hipotetis dan hanya menggambarkan pergerakan harga di masa lalu.
Perlu dicatat, hasil ini lahir dari dua hal: disiplin membeli rutin selama 39 bulan, dan waktu yang panjang bagi harga emas untuk bergerak naik setelah fase mendatar. Investor yang berhenti di tengah jalan saat harga turun tidak akan merasakan hasil yang sama.
Tidak ada yang bisa memastikan di mana titik terendah. Harga yang hari ini terlihat rendah bisa saja turun lagi, dan harga yang terlihat tinggi bisa naik lebih jauh. Karena itu, banyak investor memilih membeli secara bertahap, bukan membeli sekaligus.
Emas memang tidak memberikan yield seperti obligasi, sehingga saat yield obligasi pemerintah tinggi, daya tariknya relatif berkurang. Namun peran emas dalam portofolio berbeda: ia dipakai sebagai penyeimbang ketika ketidakpastian pasar tinggi. Obligasi dan emas tidak harus dipertentangkan, karena keduanya bisa mengisi porsi yang berbeda. Dengan membeli bertahap, kamu tidak perlu mempertaruhkan seluruh dana pada satu harga.
Bagi yang ingin menerapkan strategi ini, Bareksa Emas bekerja sama dengan Treasury sebagai mitra. Pembelian bisa dimulai dari Rp50 ribu, sehingga cicilan bulanan tidak harus besar. Spread, yaitu selisih harga beli dan harga jual, tergolong menarik di sekitar 3%, dibandingkan emas di toko yang bisa mencapai 10%. Spread yang lebih kecil berarti harga emas tidak perlu naik terlalu tinggi dulu agar modal investor kembali. Emas yang dibeli ada fisiknya, yang disimpan di kustodian dengan mekanisme mengikuti ketentuan di ICDX.
Sepanjang Oktober 2026, Bareksa mengadakan promo untuk pembelian emas Treasury dengan hadiah iPad untuk pembelian terbesar dan cashback berupa emas senilai hingga Rp100.000 dengan kuota terbatas. Simak minimum pembelian untuk mendapatkan hadiahnya.
Skema | Minimum Pembelian | Maksimal Cashback/Hadiah |
|---|---|---|
Pembelian terbesar | Rp5.000.000 | iPad |
Tercepat | Rp1.000.000 | Rp100.000 |
Tercepat | Rp500.000 | Rp25.000 |
Saat bertransaksi di Bareksa, gunakan kode promo TREOKT26.
Syarat dan Ketentuan Promo Bareksa Emas Treasury Oktober 2026
1. Periode promo berlangsung mulai tanggal 1 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB sampai dengan 11 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB.
2. Promo ini berlaku KHUSUS untuk pembelian produk Emas Treasury melalui platform Bareksa dengan memasukkan kode promo: TREOKT26.
3. Nasabah berhak mendapatkan hadiah berupa emas senilai Rp25.000 dengan minimum pembelian sebesar Rp500.000 (Tercepat), emas senilai Rp100.000 dengan minimum pembelian sebesar Rp1.000.000 (Tercepat), dan Ipad dengan minimum pembelian Rp5.000.000 (Terbesar)
4. Nasabah yang melakukan pembelian menggunakan kode promo selama masuk ke dalam kuota berhak mendapatkan hadiah
5. Kuota hadiah terbatas.
6. Program promo ini tidak berlaku bagi seluruh karyawan Bareksa.
7. Nasabah yang mengikuti promo ini dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh syarat dan ketentuan yang disampaikan di atas.
8. Keputusan Bareksa bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
9. Bareksa berhak membatalkan benefit secara sepihak jika investor terbukti melakukan indikasi kecurangan atau penyalahgunaan sistem.
Buka aplikasi atau situs Bareksa, lalu pilih menu Emas. Pilih emas Treasury dan masukkan nominal pembelian, mulai Rp50 ribu atau sesuai syarat promo. Selesaikan pembayaran, dan pembelian kamu tercatat di akun Bareksa.
Harga emas memang sedang terkoreksi dan tidak ada yang bisa memastikan arah berikutnya. Simulasi pembelian rutin sejak Agustus 2020 menggambarkan bahwa konsistensi dapat memberi hasil besar: modal Rp390 juta menjadi sekitar Rp1,02 miliar. Mulai dari Rp50 ribu, kamu bisa memulai kebiasaan menabung emas, dan manfaatkan promo sampai 31 Oktober 2026.
Mulai nabung emas di Bareksa sekarang dan dapatkan potensi hadiahnya.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
Beli Emas Treasury, Klik di Sini
(ADV | hm)
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Masih banyak faktor ketidakpastian di pasar, dan yield obligasi pemerintah yang tinggi membuat emas, yang tidak memberikan yield, kurang menarik dibandingkan instrumen berimbal hasil.
Mulai dari Rp50 ribu. Untuk bisa mengikuti promo investor baru, minimal pembelian Rp500.000 untuk investor setia.
Spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Spread emas Treasury sekitar 3%, sedangkan emas di toko bisa mencapai 10%.
Di kustodian, dengan mekanisme yang mengikuti ketentuan di ICDX.
Promo berlaku 1-31 Oktober 2026 khusus emas Treasury dengan menggunakan kode promo TREOKT26. Pastikan minimum pembelian sesuai syarat dan ketentuan promo.