Permintaan Emas Fisik Indonesia Cetak Rekor Kuartalan, Naik 47% Jadi 23,6 Ton pada Q1 2026

Abdul Malik • 13 May 2026

an image
Ilustrasi investasi emas logam mulia. (Shutterstock)

Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 23,6 ton pada Q1 2026 menurut World Gold Council, tertinggi secara kuartalan.

Bareksa - Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 23,6 ton pada kuartal I 2026 atau naik 47% secara tahunan (year on year/yoy). Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar. Berdasarkan laporan Gold Demand Trends Q1 2026 dari World Gold Council, angka tersebut menjadi rekor permintaan kuartalan tertinggi untuk emas fisik ritel di Indonesia.

Secara global, total permintaan emas mencapai 1.231 ton pada Q1 2026 atau naik 2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Nilai permintaan emas global melonjak 74% menjadi rekor US$193 miliar seiring kenaikan harga emas dunia dan tingginya minat investor terhadap aset lindung nilai. Permintaan emas batangan dan koin global juga meningkat 42% menjadi 474 ton.

World Gold Council menyebut investor Indonesia semakin memanfaatkan emas sebagai instrumen diversifikasi dan pelindung nilai saat pasar keuangan bergejolak. Pada Q1 2026, harga emas dalam Rupiah naik sekitar 14%, sementara pasar saham domestik sempat terkoreksi sekitar 13%.

ETF Emas dan Cadangan Bank Sentral

Selain permintaan fisik, kepemilikan ETF emas global bertambah 62 ton sepanjang kuartal pertama 2026. Kenaikan terutama berasal dari arus masuk ETF emas di Asia, meski sebagian ETF di Amerika Serikat mengalami arus keluar dana pada Maret.

Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan menyatakan ketidakpastian geopolitik global masih menjadi faktor utama yang menopang permintaan emas. Menurut dia, perkembangan platform emas digital dan regulasi bullion di Indonesia berpotensi memperluas akses investasi emas bagi masyarakat.

Di sisi lain, bank sentral global menambah cadangan emas sebesar 244 ton pada Q1 2026. Bank Indonesia turut menambah sekitar 2 ton emas ke cadangan devisa pada periode tersebut. Produksi tambang emas Indonesia juga meningkat 19% secara tahunan didorong pemulihan produksi tambang Batu Hijau.

Ringkasan Data Permintaan Emas Q1 2026

Indikator
Data

Permintaan emas Indonesia

23,6 ton

Pertumbuhan permintaan emas RI

47% YoY

Permintaan emas global

1.231 ton

Nilai permintaan emas global

US$193 miliar

Permintaan emas batangan & koin global

474 ton

Kepemilikan ETF emas global

+62 ton

Pembelian emas bank sentral global

244 ton

Tambahan cadangan emas BI

2 ton

Produksi tambang emas Indonesia

+19% YoY

Sumber: WGC

Catatan Penting

  • Permintaan emas fisik Indonesia mencetak rekor kuartalan tertinggi.

  • Minat investor terhadap aset safe haven meningkat di tengah ketidakpastian global.

  • Permintaan perhiasan emas global turun akibat harga yang tinggi.

  • ETF emas dan bullion ecosystem dinilai berpotensi memperluas pasar emas domestik.

  • Bank sentral global masih aktif menambah cadangan emas.

Kesimpulan 

Laporan World Gold Council menunjukkan permintaan emas fisik di Indonesia terus meningkat pada awal 2026. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap instrumen lindung nilai dan diversifikasi aset.

Selain faktor safe haven, perkembangan ETF emas fisik, bullion ecosystem, dan platform emas digital juga menjadi perhatian pasar karena berpotensi memperluas akses investasi emas di Indonesia dalam jangka panjang.

FAQ

1. Berapa permintaan emas Indonesia pada Q1 2026?
Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 23,6 ton.

2. Berapa kenaikan permintaan emas Indonesia?
Permintaan emas Indonesia naik 47% secara tahunan pada kuartal I 2026.

3. Mengapa permintaan emas meningkat?
Kenaikan dipicu meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

4. Apa itu ETF emas fisik?
ETF emas fisik adalah produk investasi yang didukung kepemilikan emas fisik sebagai aset dasar.

5. Apa dampak pembelian emas bank sentral?
Pembelian emas oleh bank sentral dapat menopang permintaan emas global dan mencerminkan strategi diversifikasi cadangan devisa.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016. 

Beli Emas di Sini

Tengang Penulis

​*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.