
Bareksa - World Gold Council (WGC) atau Dewan Emas Dunia melaporkan harga emas dunia ditutup stabil di level US$4.611 per ons troi pada April 2026. Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan perubahan sentimen pasar global, arah suku bunga AS, dan minat aset safe haven. Berdasarkan laporan “Gold Market Commentary: The Return of Transitory” tanggal 7 Mei 2026, WGC menilai pasar mulai menganggap konflik Timur Tengah bersifat sementara sehingga tekanan terhadap emas meningkat.
Dalam laporannya Johan Palmberg, analis senior kuantitatif WGC menjelaskan turunnya volatilitas pasar dan kembalinya minat investor ke aset berisiko menjadi faktor utama yang menahan kenaikan harga emas. Namun pelemahan dolar AS dan arus masuk dana ke ETF emas global, terutama dari Eropa, membantu menopang harga logam mulia tersebut. ETF emas Eropa mencatat inflow terbesar akibat kekhawatiran dampak penutupan Selat Hormuz terhadap ekonomi kawasan.
Secara teknikal, WGC menilai tren jangka panjang emas belum rusak meski momentum jangka pendek melemah. Harga emas sempat bertahan di area support US$4.075 per ons, namun pemulihan masih tertahan di bawah rata-rata pergerakan 55 hari. Kondisi ini menjadi perhatian pasar karena ekspektasi penurunan suku bunga The Fed mulai bergeser menjadi lebih tinggi dalam waktu lebih lama.
WGC menyebut pasar global mulai lebih tenang terhadap konflik Timur Tengah. Premi volatilitas saham dan obligasi AS menurun, sementara ekspektasi inflasi jangka pendek juga mulai mereda. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai dalam jangka pendek.
Meski demikian, WGC menilai risiko stagflasi global masih meningkat. Harga minyak Brent dan WTI untuk kontrak Desember 2026 tercatat masih 22%-25% lebih tinggi dibanding sebelum konflik Timur Tengah memanas. JP Morgan juga memperkirakan persediaan minyak global berpotensi mencapai batas minimum operasional pada September 2026 jika konflik berkepanjangan.
Dalam jangka panjang, WGC menilai faktor pendukung emas masih kuat. Permintaan bank sentral tetap tinggi, diversifikasi cadangan devisa global masih berlangsung, dan risiko inflasi serta defisit fiskal negara maju masih menjadi perhatian investor global. WGC menilai emas berpotensi kembali mendapat katalis apabila ketidakpastian global meningkat atau harga terkoreksi lebih dalam.
Indikator | Realisasi |
|---|---|
Harga emas April 2026 | US$4.611/oz |
Perubahan bulanan | 0,1% |
Kinerja year to date | 5,6% |
Rekor tertinggi emas | US$5.405/oz |
Tanggal rekor tertinggi | 29 Januari 2026 |
Support teknikal penting | US$4.075/oz |
Sumber: laporan WGC
Mata Uang | Return April 2026 |
|---|---|
USD | 0,1% |
Euro | -1,5% |
Yen Jepang | -1,4% |
Poundsterling | -2,6% |
Dolar Kanada | -2,3% |
Franc Swiss | -2,3% |
Rupee India | 2,5% |
Yuan China | -0,4% |
Lira Turki | 1,7% |
Dolar Australia | -4,1% |
Sumber: laporan WGC
Volatilitas pasar global mulai mereda
Ekspektasi suku bunga tinggi The Fed bertahan lebih lama
Arus masuk ETF emas global masih solid
Risiko stagflasi dan lonjakan harga energi tetap dicermati
Konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz masih menjadi faktor utama pasar
World Gold Council menilai harga emas saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah volatilitas pasar global mulai mereda. Sentimen risk-on dan ekspektasi suku bunga tinggi AS menjadi tekanan utama bagi emas dalam jangka pendek.
Namun faktor struktural seperti pembelian bank sentral, risiko geopolitik, dan ketidakpastian inflasi global masih mendukung prospek emas dalam jangka panjang. Perkembangan konflik Timur Tengah dan arah kebijakan The Fed diperkirakan tetap menjadi perhatian investor.
1. Berapa harga emas dunia pada April 2026?
Harga emas dunia ditutup di level US$4.611 per ons troi pada akhir April 2026.
2. Apa yang menahan kenaikan harga emas?
Meredanya volatilitas pasar dan kembali naiknya minat aset berisiko menjadi faktor utama tekanan emas.
3. Apakah tren jangka panjang emas masih positif?
WGC menilai tren jangka panjang emas belum rusak meski momentum jangka pendek melemah.
4. Mengapa ETF emas Eropa mencatat inflow besar?
Investor Eropa khawatir kawasan tersebut terdampak lebih besar akibat penutupan Selat Hormuz.
5. Apa faktor utama yang dicermati investor emas saat ini?
Investor mencermati arah suku bunga The Fed, konflik Timur Tengah, inflasi global, dan pergerakan harga energi.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
Tengang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.