Harga Emas Tembus Rekor ATH US$5.000 per Ons! Investor Ramai-ramai Cari Safe Haven, Ini Penyebabnya

Abdul Malik • 26 Jan 2026

an image
Ilustrasi harga emas tren bullish yang sudah tembus US$5.000 per ons. (Shutterstock)

Harga emas dunia tembus US$5.000 per ons, cetak rekor baru di tengah lonjakan permintaan aset safe haven akibat risiko geopolitik dan sentimen global.

Bareksa – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah. Logam mulia ini resmi menembus level psikologis US$5.000 per ons, menandai reli kuat yang dipicu meningkatnya ketidakpastian global dan perburuan aset aman (safe haven) oleh investor.

Apa yang Terjadi?

Menurut laporan Investing (26/1), harga emas spot naik 1,1% dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.035,83 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga melesat ke level US$5.074,71 per ons.

Dalam sepekan terakhir, harga emas sudah melonjak lebih dari 8% dan secara year to date (YTD) menguat hampir 17%. Pada Senin pagi pukul 08.15 WIB, harga emas tembus US$5.071 per ons, atau sedikit lagi tembus US$5.100 per ons. 

Grafik Pergerakan Harga Emas

Sumber: Investing

Harga Emas Rupiah

Senada harga di dalam negeri dalam mata uang rupiah juga melonjak. Harga emas fisik digital di fitur Barksa Emas juga sudah menembus Rp2,81-2,86 juta per gram, meroket 87-92% setahun terakhir. Harga emas batangan Antam sudah hampir tembus Rp2,9 juta per gram. 

Tabel Harga Emas Fisik Digital dan Batangan Terkini 

Produk Emas
Harga Emas
Kinerja 1 Tahun
Keterangan 

Produk Emas

Harga Emas

Kinerja 1 Tahun

Keterangan 

Treasury (Bareksa Emas)

Rp2.819.226

90,26%

Berizin resmi & terdaftar di BAPPEBTI

Pegadaian Digital Emas

Rp2.829.000

87,47%

Terdaftar & diawasi OJK

Indogold

Rp2.860.188

92,59%

Berizin resmi & terdaftar di BAPPEBTI

Harga Emas Batangan Antam

Rp2.880.000/gram

79,21%

Harga emas batangan fisik

Sumber: fitur Bareksa Emas, harga per 26/1/2026,

Kenapa Harga Emas Meroket?

Lonjakan harga emas didorong kombinasi beberapa faktor besar. Pertama, risiko geopolitik global yang meningkat, terutama memanasnya hubungan Amerika Serikat dengan sekutu NATO terkait Greenland. Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kepentingan strategis di kawasan Arktik memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas geopolitik global.

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap produk Kanada jika negara tersebut melanjutkan kerja sama dagang dengan China. Situasi ini mendorong investor menghindari aset berisiko dan beralih ke emas sebagai aset pelindung nilai.

Kedua, pasar juga mengantisipasi arah kebijakan moneter AS. Meski The Fed diperkirakan menahan suku bunga dalam waktu dekat, investor mulai berspekulasi soal peluang pemangkasan suku bunga ke depan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.

Dampaknya Buat Investor?

Kenaikan tajam harga emas menegaskan kembali perannya sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak pasar keuangan global. Bagi investor, kondisi ini membuka peluang baik melalui emas fisik, emas digital, hingga saham-saham emiten tambang emas.

Namun, di sisi lain, reli yang sudah sangat tinggi juga menuntut kehati-hatian. Volatilitas harga bisa meningkat seiring perubahan sentimen geopolitik dan arah kebijakan bank sentral global.

Kesimpulan

Rekor baru harga emas di atas US$5.000 per ons mencerminkan tingginya kekhawatiran investor terhadap risiko global dan ketidakpastian ekonomi. Selama tensi geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter masih berlanjut, emas berpotensi tetap menjadi primadona. Meski begitu, strategi investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan masing-masing investor.

FAQ

1. Apakah harga emas masih bisa naik setelah tembus US$5.000?
Masih berpotensi, terutama jika risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global berlanjut.

2. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli emas?
Tergantung tujuan investasi. Untuk lindung nilai jangka panjang bisa dipertimbangkan, namun untuk jangka pendek perlu mewaspadai koreksi.

3. Selain emas fisik, apa alternatif investasinya?
Investor bisa memilih emas digital, reksadana berbasis emas, atau saham emiten tambang emas.

4. Faktor apa yang paling memengaruhi harga emas ke depan?
Perkembangan geopolitik, kebijakan suku bunga The Fed, inflasi global, dan pergerakan dolar AS.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.

Beli Emas di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti..

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.