Bukan US$5.000, Bank of America Prediksi Harga Emas 2026 Tembus US$6.000

Abdul Malik • 26 Jan 2026

an image
Ilustrasi harga emas yang kembali mencatat rekor tertingi sepanjang masa (all time high) baru. (Shutterstock)

Bank of America memproyeksikan harga emas tembus US$6.000 per ons pada 2026. Pasokan turun, biaya naik, dan permintaan investor melonjak.

Bareksa – Target harga emas kembali dinaikkan. Bukan lagi US$5.000 per ons, Bank of America (BofA) justru memproyeksikan harga emas bisa menembus US$6.000 per ons pada musim semi 2026. Proyeksi ini menjadi yang paling agresif dibandingkan lembaga keuangan global lainnya.

Harga emas spot dunia saat ini resmi sudah menembus US$5.000 per ons pada Senin pagi (26/1). Menurut data Investing, pada pukul 15.00 WIB harga emas spot dunia mencapai US$5.095 per ons, atau sedikit lagi tembus US$5.100. Sepekan terakhir harga emas melesat 9% dan setahun terakhir meroket 83,8%. 

Grafik Pergerakan Harga Emas Spot Dunia

Sumber: Investing

Apa yang Diproyeksikan Bank of America?

Kitco News (23/1) melaporkan analis Bank of America melihat reli emas belum selesai. Berdasarkan pola historis pasar bull sebelumnya, emas berpotensi melonjak hingga 300% dalam kurun sekitar 43 bulan, yang membuka jalan menuju level US$6.000 per ons, lebih dari 20% di atas rekor tertinggi saat ini.

Kenapa Harga Emas Bisa Terus Naik?

Ada tiga faktor utama yang mendorong optimisme tersebut:

  • Pasokan emas menurun – Produksi penambang utama Amerika Utara diperkirakan turun 2%.
  • Biaya produksi naik – Biaya all-in sustaining cost diproyeksikan naik ke US$1.600 per ons.
  • Permintaan investasi meningkat – Arus dana ke ETF emas 2025 menjadi yang tertinggi sejak 2020, sementara banyak investor besar masih underinvested di emas.

Di sisi lain, bank sentral global terus menambah cadangan emas, bahkan porsinya kini telah melampaui kepemilikan US Treasury.

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor ritel, proyeksi ini menegaskan kembali peran emas sebagai:

  • Aset lindung nilai (safe haven) saat inflasi dan ketidakpastian global meningkat
  • Alat diversifikasi portofolio, di tengah melemahnya efektivitas strategi klasik 60/40
  • Sumber potensi imbal hasil, bukan sekadar aset “parkir aman”

Bank of America bahkan menilai porsi emas ideal dalam portofolio bisa mencapai 20–30% pada kondisi saat ini.

Kesimpulan

Proyeksi harga emas menuju US$6.000 per ons pada 2026 mencerminkan perubahan besar dalam lanskap investasi global. Dengan pasokan yang kian ketat, biaya produksi naik, dan minat investor serta bank sentral yang terus menguat, emas semakin sulit diabaikan sebagai aset strategis. Bagi investor, emas bukan lagi sekadar pelindung nilai, tetapi juga pilar penting dalam membangun portofolio yang tahan gejolak.

FAQ 

1. Apakah harga emas pasti tembus US$6.000?
Tidak pasti, ini adalah proyeksi berdasarkan asumsi ekonomi dan pasar tertentu.

2. Apakah emas cocok untuk investor pemula?
Cocok, karena relatif stabil dan mudah diakses lewat emas fisik, digital, atau reksa dana emas.

3. Apakah emas hanya menguntungkan saat krisis?
Tidak selalu. Data historis menunjukkan emas juga berkinerja baik saat siklus pelonggaran suku bunga.

4. Lebih baik emas atau aset lain di 2026?
Emas ideal sebagai pelengkap portofolio, bukan pengganti seluruh aset berisiko.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.

Beli Emas di Sini

(AM)

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.