
Bareksa - Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi US$5.400 per ons, dari sebelumnya US$4.900. Revisi ini muncul di tengah reli kuat harga emas yang terus mencetak rekor baru di awal 2026. Reuters (21/1) melaporkan sepanjang tahun berjalan 2026, emas telah menguat lebih dari 11%, melanjutkan lonjakan tajam 64% sepanjang tahun lalu.
Goldman Sachs menyoroti dua pendorong utama reli emas:
1. Investor global berburu aset pelindung risiko
Sektor swasta global membeli emas untuk melindungi portofolio dari ketidakpastian kebijakan, geopolitik, dan ekonomi global.
2. Bank sentral negara berkembang agresif beli emas
Bank sentral negara berkembang terus mendiversifikasi cadangan devisa dari dolar AS ke emas. Goldman memperkirakan pembelian bank sentral rata-rata mencapai 60 ton sepanjang 2026.
Kombinasi dua faktor ini membuat permintaan emas tetap kuat dan menopang harga di level tinggi.
Tabel Proyeksi Harga Emas 2026 dari Analis Dunia (dalam dolar AS per ons)
Institusi / Analis | Proyeksi Harga | Target Waktu |
|---|---|---|
Goldman Sachs | US$5.400 | Desember 2026 |
Morgan Stanley | US$4.400–4.500 | Pertengahan 2026 |
Citi Research | US$5.000 | Target 0–3 bulan |
JP Morgan | US$4.753 (rata-rata) US$5.055 (potensi) | 2026 / 4Q26 |
HSBC | US$4.450 | Akhir 2026 |
ANZ | US$4.400–4.600 | Akhir 2026 / Juni 2026 |
Bank of America | US$5.000 | Outlook 2026 |
Societe Generale | US$5.000 | Akhir 2026 |
Standard Chartered | US$4.488 | 2026 |
Commerzbank | US$4.800 | Pertengahan 2026 |
Deutsche Bank | US$3.950–4.950 | Kisaran 2026 |
UBS | Hingga US$4.700 | Jika suku bunga riil negatif |
Sumber: Reuters
Mayoritas analis global menempatkan harga emas di atas US$4.500, dengan sebagian melihat potensi menembus US$5.000.
Asumsi:
Harga dasar emas dunia setara ±Rp2,93 juta per gram.
Tabel Estimasi Harga Emas per Gram dalam Rupiah di Indonesia
Jenis Emas | Asumsi Premium | Prediksi Harga |
|---|---|---|
Emas fisik digital | 3–4% | Rp3,02–3,05 juta/gram |
Emas batangan Antam | ±6,7% | ±Rp3,13 juta/gram |
Sumber: Tim Riset Bareksa
Bagi investor, kenaikan target harga emas menegaskan bahwa:
Emas relevan bagi investor yang ingin menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian global.
Kenaikan target harga emas oleh Goldman Sachs ke US$5.400 per ons pada akhir 2026 memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven favorit dunia.
Dukungan kuat dari bank sentral dan investor global menjadikan emas bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian penting dari strategi diversifikasi jangka panjang, khususnya bagi investor konservatif.
Apakah emas masih layak dibeli di harga tinggi?
Masih, untuk lindung nilai dan diversifikasi jangka menengah–panjang, bukan trading cepat.
Apa risiko utama investasi emas saat ini?
Koreksi jangka pendek jika sentimen global membaik atau suku bunga riil naik.
Lebih baik emas fisik atau digital?
Emas digital lebih likuid, emas fisik cocok untuk penyimpanan jangka panjang.
Apakah emas cocok untuk semua investor?
Emas lebih cocok untuk investor konservatif. Tapi bagi investor agresif bisa sebagai penyeimbang portofolio.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti..
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.