
Bareksa - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, harga emas spot melesat hingga menembus US$4.680 per ons, bahkan sempat menyentuh area US$4.690 per ons.
Sepanjang pekan, pergerakan harga emas sangat volatil. Harga emas membuka perdagangan di kisaran harga US$4.529 per ons, lalu melonjak cepat ke atas US$4.600, sempat terkoreksi tajam, namun tetap bertahan di level tinggi. Rentang perdagangan yang terbentuk pun lebar, dengan kisaran utama US$4.580–4.630 per ons.
Meski sempat terjadi aksi ambil untung pada akhir pekan lalu, harga emas tetap mencatat kenaikan mingguan sekitar 2,4%. Hal ini menegaskan minat beli investor masih sangat kuat di tengah pasar global yang penuh ketidakpastian.
Reli harga emas kali ini tidak datang tiba-tiba. Ada beberapa faktor besar yang mendorong investor global berbondong-bondong masuk ke logam mulia.
Pertama, memanasnya kembali isu tarif dan perang dagang. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif 10% terhadap barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari, yang akan meningkat menjadi 25% pada Juni.
Negara-negara tersebut menentang rencana AS terkait Greenland, sehingga kebijakan tarif ini dinilai lebih bernuansa geopolitik dibanding ekonomi.
Langkah tersebut langsung memicu kekhawatiran eskalasi konflik dagang antara AS dan Uni Eropa. Ketika risiko perang dagang muncul, investor biasanya mencari aset aman dan emas menjadi pilihan utama.
Kedua, tekanan terhadap independensi Bank Sentral AS The Federal Reserve. Gugatan Departemen Kehakiman AS terhadap The Fed, ditambah serangan politik terhadap Ketua The Fed, memunculkan kekhawatiran bahwa bank sentral AS tidak lagi sepenuhnya independen.
Situasi ini membuat kepercayaan terhadap dolar AS melemah dan mendorong investor mengalihkan dana ke harga emas.
Ketiga, risiko geopolitik global yang terus memanas. Isu Timur Tengah, ketegangan dengan Iran, hingga ketidakpastian arah kebijakan luar negeri AS menjadi latar belakang kuat reli harga emas.
Dalam kondisi seperti ini, harga emas kembali berfungsi sebagai “asuransi” ketika aset berisiko terasa semakin tidak nyaman.
Meski harga sudah sangat tinggi, pergerakan harga emas tidak berjalan lurus. Dalam satu hari, harga emas bisa melonjak puluhan dolar, lalu terkoreksi tajam hanya dalam hitungan menit. Namun, pola yang muncul cukup konsisten: setiap koreksi cepat dibeli kembali.
Dilansir Kitco News (16/1), sejumlah analis menilai volatilitas tinggi ini justru mencerminkan ketidakpastian pasar, bukan perubahan tren. Selama isu tarif, geopolitik, dan tekanan pada The Fed belum menemukan kejelasan, minat terhadap harga emas diperkirakan tetap terjaga.
Survei Mingguan harga emas Kitco News menunjukkan pandangan analis Wall Street masih terbagi. Sebagian memperingatkan potensi koreksi lanjutan, namun sebagian lain menegaskan tren harga emas masih bullish. Di sisi lain, investor ritel jauh lebih optimistis, dengan sekitar 78% responden memperkirakan harga emas akan terus naik.
Lonjakan harga emas ke rekor baru ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar global sedang berada dalam fase “risk-off”, di mana keamanan lebih diutamakan dibanding mengejar imbal hasil tinggi.
Bagi investor, harga emas kembali membuktikan perannya sebagai pelindung nilai di tengah dunia yang sarat utang, ketegangan geopolitik, dan kebijakan yang sulit diprediksi.
Meski risiko koreksi jangka pendek tetap ada, banyak pelaku pasar melihat penurunan harga justru sebagai peluang akumulasi, bukan alasan untuk keluar.
Selama ketidakpastian global masih mendominasi, harga emas berpotensi tetap menjadi salah satu aset favorit investor, bukan untuk spekulasi semata, tetapi sebagai asuransi portofolio menghadapi gejolak yang belum mereda.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
(AM)
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.