
Bareksa - Dua bank investasi global, UBS dan Goldman Sachs, sama-sama menyampaikan pandangan bullish terhadap emas.
Mengutip Kitco News (29/12/2025), UBS memprediksi harga emas tembus US$5.000 per ons pada Q3 2026, bahkan bisa mencapai US$5.400 jika ketidakpastian politik dan ekonomi AS meningkat.
Goldman Sachs juga menempatkan emas sebagai komoditas long favorit, dengan target US$4.900 per ons pada akhir 2026.
Kenaikan harga emas didorong kombinasi faktor struktural:
UBS mencatat pembelian bank sentral dan arus masuk ETF tetap kuat, sementara Goldman menekankan emas sebagai aset lindung nilai (insurance asset) di tengah risiko inflasi dan gangguan rantai pasok global.
Proyeksi ini menegaskan bahwa emas bukan sekadar aset defensif jangka pendek, melainkan komponen strategis portofolio 2026. Dengan investor global masih under-allocated, ruang kenaikan harga dinilai masih terbuka.
Bagi investor ritel, emas dapat berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap volatilitas pasar, risiko geopolitik, dan pelemahan nilai tukar, baik melalui emas fisik maupun produk digital dan reksa dana berbasis emas.
Proyeksi agresif dari UBS dan Goldman Sachs menegaskan bahwa emas berpotensi memasuki fase kenaikan struktural hingga 2026. Didukung penurunan suku bunga global, pembelian bank sentral yang konsisten, serta meningkatnya risiko geopolitik dan fiskal AS, emas dinilai tetap relevan sebagai aset lindung nilai.
Bagi investor, emas bukan hanya instrumen defensif, tetapi juga peluang strategis untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian global.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
(AM)
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.