Investasi Emas Digital Disukai Milenial dan Gen Z, Ini Alasannya

Hanum Kusuma Dewi • 07 Feb 2023

an image
Ilustrasi emas digital

Emas digital juga sebenarnya memiliki bentuk fisik yang tersimpan aman di kustodian atau brankas khusus

Bareksa.com - Perkembangan teknologi komunikasi turut mendorong tingginya minat untuk berinvestasi termasuk investasi emas secara digital. Generasi milenial dan generasi Z (Gen Z) bahkan disebut-sebut sebagai investor terbanyak dalam emas digital. 

Harga Emas Hari ini, Selasa (7/2/2023) : 

Emas​​​

Harga Beli

Emas pasar spot 

US$1.867,79 per troy ons

Emas Treasury

Rp943.536  per gram

Emas Pegadaian

Rp953.000 per gram

Emas Antam

Rp1.017.000 per gram

*Data emas spot per pukul 06.45 WIB, Sumber : Logam Mulia, Bareksa

Menanggapi pertanyaan mengapa banyak generasi milenial dan Gen Z yang menyukai emas digital, Jaza Yusron, Analis Treasury (PT Indonesia Logam Pratama) kepada Bareksa, menggunakan analogi penggunaan aplikasi ojek online

Menurutnya, pengguna ojek online awalnya adalah kaum milenial dan Gen Z juga karena mereka sudah paham menggunakan teknologi. Hal ini berbeda dengan generasi lebih tua yang terbiasa apabila menggunakan ojek dengan harus datang ke pangkalan ojek. 

Maka, ia melanjutkan demikian juga ketika adanya layanan investasi emas secara digital. Walau demikian, Jaza mengatakan tidak sedikit juga investor emas dari kalangan selain generasi milenial dan Gen Z. 

"Begitu juga dengan emas, jadi karena orang-orang di atas kaum ini (selain generasi milenial dan Gen Z) sudah terbiasa dan bagi mereka emas itu ya lazimnya berbentuk fisik. Mereka belum terlalu familiar bahwa saat ini emas juga bisa dibeli dan dicatatkan secara digital," ucap Jaza.

Sebagai informasi, emas digital ini sebenarnya juga memiliki bentuk fisik berupa emas batangan tetapi tersimpan aman di kustodian atau brankas khusus. Sehingga, investor tidak perlu repot mencari tempat aman untuk menyimpan emas. 

Selain itu, investasi emas digital yang resmi juga diawasi oleh otoritas. Contohnya, emas digital Treasury diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. 

Potensi Generasi Z dan Milenial

Sementara itu mengenai kategori penduduk, hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan penduduk Indonesia didominasi Generasi Z. Setidaknya, terdapat 74,93 juta atau 27,94% dari total penduduk Indonesia merupakan generasi Z. Generasi Z saat ini diperkirakan berusia 8 hingga 23 tahun. 

Selain Generasi Z, komposisi penduduk terbesar Indonesia selanjutnya berada di usia produktif, yaitu milenial sebanyak 69,38 juta atau 25,87%, dan Generasi X 58,65 juta atau 21,88%. Penduduk paling sedikit adalah Pre Boomer sebanyak 5,03 juta atau 1,87%. 

Adapun generasi Pre Boomer merupakan penduduk yang lahir sebelum 1945, Baby Boomer kelahiran 1946 hingga 1964, dan Generasi X 1965 hingga 1980. Generasi milenial sendiri adalah mereka yang lahir pada periode 1981 hingga 1996. Sedangkan Gen Z adalah mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012, dan Post Gen Z kelahiran 2013 hingga seterusnya. 

Lalu seberapa banyak jumlah investor milenial dan Gen Z dalam investasi emas digital? Jaza mengatakan sebagai gambaran, di Treasury investor emas dari generasi milenial dan Gen Z, sekitar 85% hingga 90%.

Jaza mengatakan besarnya porsi generasi milenial dan Gen Z dalam investasi emas digital, tak lain juga didorong bagusnya rasa ingin tahu pada bidang finansial yang mendorong mereka mempelajarinya melalui internet. Termasuk mempelajarinya dari influencer di bidang finansial.

Waspada Investasi Bodong

Lebih lanjut dia menjelaskan sayangnya rasa ingin tahu tersebut juga memiliki sisi negatif. "Kalau nguliknya (mempelajari) kurang, bisa terjerumus ke investasi (emas) bodong, karenanya harus hati-hati," imbuhnya. 

Terkait masih maraknya investasi bodong, Ketua ​Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumban Tobing dalam pelbagai kesempatan mengimbau agar masyarakat jangan mudah terjebak penawaran investasi tanpa melakukan pengecekan 2 L. 

"2 L itu legal dan logis. Legal artinya tanyakan izinnya dan logis artinya pahami rasionalitas imbal hasilnya," kata Tongam kepada Bareksa. Tongam berpesan agar masyarakat tak mudah terjebak investasi bodong atau ilegal. Sehingga perlu diingat, imbal hasil setiap produk investasi umumnya baru bisa dirasakan dalam jangka waktu tertentu dan sebanding dengan risikonya. 

Apapun bentuk investasinya, ia mengatakan "semakin besar tingkat keuntungan yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang harus dihadapi (high risk high return)."

Investasi Emas di Bareksa Emas

Salah satu cara mudah investasi emas adalah dengan memanfaatkan fitur Bareksa Emas yang tersedia di Bareksa. Kamu bisa berinvestasi emas dari manapun dan kapanpun. Dalam menyediakan fitur Bareksa Emas,  Bareksa bekerja sama dengan Pegadaian, Treasury, dan Indogold. Bareksa Emas sebagai alternatif pilihan investor untuk memiliki emas fisik yang bisa dibeli secara digital atau emas online. 

Mitra pengelolaan emas di Bareksa Emas yaitu Treasury berlisensi sebagai pedagang emas digital dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Sementara Pegadaian juga memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Tertarik untuk investasi emas di Bareksa? Biar dapat cuan banyak dari investasi emasuntuk Kamu investor emas pemula, sebaiknya memastikan bahwa instrumen investasi ini cocok dengan profil risiko dan untuk jangka panjang.

Ayo lanjutkan perjalanan investasi emas dan raih financial freedom bersama Bareksa.

Investasi Emas Aman dan Mudah, Klik di Sini

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin investasi emas dan reksadana di Bareksa? 

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin