Eskalasi Rusia - Ukraina Kembali Memanas, Harga Emas Hari Ini Naik

Abdul Malik • 13 Apr 2022

an image
Ilustrasi harga emas naik menyusul rilis inflasi AS yang meroket dan potensi kembali memanasnya eskalasi konflik Rusia - Ukraina. (Shutterstock)

Inflasi AS meroket ke level tertinggi dalam 40 tahun. Inflasi secara historis membuat bullish logam mulia

Bareksa.com - Harga emas hari ini, Rabu (13/4/2022) naik tipis karena kekhawatiran memanasnya eskalasi konflik Rusia - Ukraina mendongkrak permintaan terhadap aset safe haven logam mulia. Kenaikan harga emas batangan itu meskipun dibatasi oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). 

Dilansir Reuters (13/4/2022), harga emas spot naik 0,2 persen di level US$1.969,61 per ounce pada pukul 11.00 WIB, setelah mencapai puncak hampir satu bulan di US$1.978,21 pada Selasa. Emas berjangka AS turun 0,1 persen ke level US$1.973,70.

"Emas diuntungkan dari beberapa permintaan aset safe haven minggu ini karena kekhawatiran lonjakan inflasi, pertumbuhan China melambat dan perang di Ukraina yang berpeluang masuki babak kedua," kata analis senior OANDA Jeffrey Halley.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan negosiasi damai dengan Ukraina yang terputus-putus sebagai "situasi buntu" pada Selasa. Sementara Presiden AS Joe Biden mengatakan untuk pertama kalinya bahwa invasi Moskow ke Ukraina sama dengan genosida.

Indeks dolar AS menguat mendekati level tertinggi pada Mei 2020, membuat emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri, setelah jaminan dari Gubernur Federal Reserve AS Lael Brainard bahwa  Bank Sentral AS akan tetap berada di jalur kenaikan suku bunga. 

Inflasi AS Meroket

Meskipun emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, namun kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan biaya memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

“Inflasi Maret naik 8,5 persen secara tahunan, yang merupakan level tertinggi dalam 40 tahun. Inflasi secara historis membuat bullish komoditas logam mulia,” kata Michael Langford, direktur AirGuide.

Menurut analis teknikal Reuters Wang Tao, harga emas di pasar spot menghadapi resistensi kuat di level US$1.975 per ounce. 

Senada dengan harga emas spot, harga beli emas Pegadaian di fitur Bareksa Emas hari ini juga naik dari Rp934.000 per gram pada Selasa jadi Rp939.000 per gram pada Rabu. 

Sumber : Bareksa

Untuk diketahui, Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa malam WIB melaporkan indeks harga konsumen (inflasi) Negara Paman Sam melonjak hingga 8,5 persen secara tahunan pada Maret 2022. Angka inflasi ini merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir atau sejak 1981. 

Angka inflasi Maret sedikit lebih tinggi dari perkiraan 8,4 persen dan juga naik lebih kencang dari inflasi Februari yang 7,9 persen. Secara bulanan, inflasi AS naik 1,2 persen pada Maret dari 0,8 persen di bulan Februari. 

Perlu dicatat, emas adalah instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang dan sarana lindung nilai dari inflasi. Investasi logam mulia ini juga ada selisih harga beli dan harga jual, sehingga investor sangat disarankan jika berniat menjualnya, hanya ketika harga jualnya sudah lebih tinggi dari harga ketika membeli emas. 

​Pengen dapat cuan dari kilaunya emas? Yuk cuss segera investasi!

Investasi Sekarang

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.