Pergerakan Harga Emas akan Dipengaruhi Data Penjualan Ritel AS

Harga emas sejak sesi perdagangan Kamis (14/10), relatif bertahan di zona US$1.800
Abdul Malik • 15 Oct 2021
cover

Ilustrasi korelasi antara harga emas logam mulia dibandingkan dolar AS. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pergerakan harga emas sempat mengalami stagnasi pada Kamis, (14/10). Setelah stagnasi ini, harga emas selanjutnya diprediksi akan ditentukan oleh data penjualan ritel Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), pergerakan harga emas sejak sesi perdagangan Kamis, (14/10), relatif bertahan di zona US$1.800.

"Sentimen perdagangan pada sesi perdagangan Kamis tidak terlalu banyak dengan perhatian final pekan ini ada pada data yang akan rilis di AS Jumat malam," tulis ICDX dalam risetnya, Jumat (15/10).

Jumat ini, investor akan menunggu rilis data perdagangan ritel AS dengan proyeksi ekonom akan mengalami perlambatan pertumbuhan. Rilis data ini patut diwaspadai karena bisa memberikan tekanan tambahan pada nilai tukar dolar AS. 

Adapun pergerakan nilai dolar AS sepanjang pekan ini telah mengalami penurunan 0,18 persen sejak awal pembukaan perdagangan pekan ini. Sementara tingkat imbal hasil obligasi AS telah mengalami penurunan 4,8 persen dan menjadi salah satu alasan pendorong harga emas selama sepekan ini.

Konsolidasi yang terjadi pada Kamis lalu masih membuat harga emas berfluktuasi di bawah zona resistance US$1.800 dan di atas support di area US$1.780. Support terjauh harga emas masih berada di area US$1.760 hingga ke zona US$1.750. Sementara untuk resistance terjauh juga masih berada di area US$1.805 hingga ke zona US$1.820.

Pergerakan harga emas ini akan mempengaruhi minat investor dalam berinvestasi di emas. Sebelumnya, pada awal pandemi, emas sempat menjadi primadona bagi para investor. Pasalnya, emas bisa menjadi instrumen safe haven yang bisa meminimalisir risiko di tengah ketidakpastian di tengah pandemi.

Namun dalam berinvestasi di emas, investor juga harus mengetahui emas yang cocok sebagai alat investasi. Sebab banyak yang menganggap menyimpan emas perhiasan adalah bentuk investasi. Padahal, ada biaya pembuatan perhiasan sekitar 20-30 persen dari nilai emas ketika perhiasan itu dijual.

Karena itu, menurut logammulia.id, berinvestasi emas batangan merupakan instrumen yang tepat untuk jangka panjang. Emas batangan dianggap sebagai bentuk investasi paling ideal  dalam kurun waktu lama karena harga jual emas batangan terbilang tinggi dan stabil.

Tidak hanya itu saja, kemurnian dari emas batangan ini ternyata jauh lebih terjamin. Sebab, tiap pembelian dilakukan akan disertai dengan sertifikat yang di dalamnya mencakup ukuran, berat, dan tingkat kadarnya.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.