Sri Mulyani Isyaratkan Resesi, Emas Bisa Jadi Pilihan Diversifikasi Investasi

Bareksa • 03 Sep 2020

an image
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan usai penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama Koordinasi Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Diversifikasi sangat bermanfaat untuk menurunkan tingkat resiko investasi

Bareksa.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengisyaratkan kalau perekonomian Indonesia akan masuk keadaan resesi pada kuartal III 2020.

"Di kuartal III-2020, ekonomi kita masih mengalami negative growth, bahkan di kuartal IV 2020 masih dalam zona sedikit di bawah netral," ujar Sri Mulyani dalam Rapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rabu (2/9) dilansir Kontan.

Sebelumnya, hal serupa juga diutarakan oleh mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri. Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya @ChatibBasri. Perekonomian kuartal III 2020 diprediksi masih terkontraksi karena beberapa kemungkinan.

Pertama, daya beli masyarakat yang melemah. Kedua, perilaku kelas menengah atas yang berhati-hati karena alasan kesehatan. Ketiga, perubahan perilaku seperti lebih memilih untuk belanja online. Keempat, adanya protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah yang membuat perekonomian tidak bisa beroperasi 100 persen sehingga skala ekonomi tidak tercapai.

Hadapi Resesi, Emas Bisa Jadi Pilihan Diversifikasi Instrumen Investasi

Sampai saat ini, investasi emas menjadi pilihan investasi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Hal ini bisa terjadi bukan karena tidak ada pilihan investasi lain, namun lebih karena tingkat kepercayaan masyarakat yang lebih tinggi untuk berinvestasi pada emas.

Diversifikasi sangat bermanfaat untuk menurunkan tingkat resiko investasi yang kita hadapi. Sebab nilai emas seringkali berlawanan dengan pasar saham dan nilai mata uang.

Pergerakan Harga Beli Emas Antam


Sumber: Logammulia.com

Dalam jangka panjang, harga emas 24 karat memang memiliki tren untuk terus meningkat. Dengan alasan itu, emas sebaiknya untuk investasi jangka panjang sekaligus menyimpan harta kekayaan kita.

Beli Emas Secara Online, Kini Tersedia di BareksaEmas

Tidak ingin repot investasi emas? Fitur jual beli emas secara online kini sudah tersedia di BareksaEmas, yang bisa diakses melalui aplikasi Bareksa yang tersedia untuk ponsel (handset) berbasis iOS dan Android.

Pembentukan harga di BareksaEmas juga memudahkan. Sebab, meskipun harga emas di pasar bisa berfluktuasi (naik-turun) cepat dalam sehari, perubahan harga di BareksaEmas hanya terjadi sekali dalam sehari dan diambil menurut harga terbaik bagi pembeli.

Selain itu, nilai portofolio emas kita terlihat berdasarkan harga jual. Jadi, kita tidak perlu repot-repot lagi menghitung berapa keuntungan yang telah kita miliki dana portofolio emas kita.

Dalam fitur BareksaEmas, Bareksa telah bermitra dengan Indogold, yaitu pedagang emas online yang menyediakan fasilitas titipan. Indogold sudah mendapat izin OJK sebagai salah satu usaha pergadaian (untuk penitipan emas).

Selain itu, emas yang diperjualbelikan Bareksa melalui fitur BareksaEmas adalah logam mulia 24 karat berkadar 99,99 persen dengan wujud fisik yang diproduksi oleh ANTAM dan UBS. Emas batangan produksi ANTAM dan UBS sudah sering dijadikan alat investasi sehingga tidak perlu diragukan lagi keasliannya.

Sebagai tambahan informasi, BareksaEmas hadir bagi investor yang sudah terdaftar di Bareksa yang bisa membeli emas mulai dari ukuran 0,1 gram. Wujud fisik emas di BareksaEmas juga bisa diambil atau ditarik dengan ukuran minimal 0,5 gram dan diantarkan ke alamat pemilik.

(KA02/AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.