Inilah 10 MI Dana Kelolaan Reksadana Syariah Terbesar pada 2019

Bareksa • 10 Jan 2020

an image
Ilustrasi investor syariah wanita berhijab dan pria bisnisman sedang melihat tablet komputer gadget untuk bertransaksi investasi reksadana saham surat berharga negara sukuk tabungan online

BNI-AM tercatat sebagai MI yang mengalami lonjakan AUM reksadana syariah terbesar hingga 425 persen

Bareksa.com - Industri reksadana syariah terus mengalami pertumbuhan dengan pangsa pasar yang terus bertumbuh.  Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report December 2019 menyebutkan dana kelolaan alias asset under management (AUM) reksadana syariah pada 2019, tercatat Rp54,21 triliun, naik 49 persen secara year to year.

Data tersebut menyebutkan dari 10 Manajer Investasi (MI) yang menerbitkan produk reksadana syariah, pertumbuhan AUM-nya dalam satu tahun terakhir mulai dari 5 persen hingga 425 persen. Kesepuluh MI dimaksud memiliki market share yang variatif yakni mulai dari 5 persen hingga 11 persen.

Manulife AM menempati posisi pertama MI dengan AUM reksadana syariah terbesar pada 2019, dengan total AUM mencapai Rp5,97 triliun. Manulife AM menguasai market share 11 persen.

Menempati posisi kedua MI dengan AUM reksadana syariah terbesar 2019 adalah  Eastspring Investments Indonesia (Eastspring) dengan nilai AUM-nya Rp4,23 triliun. Pertumbuhan year on year AUM eastpring mencapai 110 persen, dengan market share yang dikuasai 8 persen.

Sementara PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia PAM), berada di posisi ke-3 memiliki AUM reksadana syariah terbesar 2019. AUM Batavia PAM mengalami pertumbuhan 364 persen, sehingga total AUM-nya pada tahun lalu mencapai Rp3,81 triliun. Market share yang berhasil dikuasi Batavia PAM hingga tahun lalu 7 persen.

Sedangkan PT BNP Paribas Asset Management (BNP AM), menempati posisi ke-4 yang memiliki AUM reksadana syariah terbesar. AUM yang dikantongi BNP AM Rp3,28 triliun, dan mengalami pertumbuhan AUM 75 persen. Seperti halnya Maybank AM, BNP AM memiliki market share 6 persen.

PT Maybank Asset Management (Maybank AM) sendiri menempati posisi ke-5 sebagai MI dengan AUM reksadana syariah terbesar pada 2019. AUM reksadana syariah Maybank AM yang mengalami pertumbuhan 5 persen, nilainya tercatat Rp3,12 triliun.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report December 2019

Menyusul Maybank AM, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menempati posisi ke-6 dengan AUM reksadana syariah terbesar di Indonesia pada 2019. Nilai AUM reksadana syariah MMI tercatat Rp2,82 triliun, tumbuh 92 persen secara year on year.

Pada posisi ke-7 ditempati Danaraksa dengan nilai AUM reksadana syariah Rp2,58 triliun. AUM Reksadana syariah Danareksa, tercatat tumbuh 299 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Samuel Aset Manajemen (Samuel AM) berada di posisi ke-8 dari 10 MI dengan AUM reksadana syariah terbesar. AUM Samuel AM yang mengalami pertumbuhan 243 persen, nilai totalnya macapai Rp2,54 triliun.

Sedangkan BNI Asset Management (BNI-AM) yang berada di posisi ke-9 dari 10 MI dengan AUM reksadana syariah terbesar, tercatat sebagai MI yang mengalami lonjakan AUM reksadana syariah terbesar yakni hingga 425 persen. BNI-AM tercatat memiliki AUM reksadana syariah Rp2,53 triliun.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report December 2019

Terakhir di posisi ke-10 MI AUM reksadana syariah terbesar ialah PT Principal Asset Management (Principal AM), dengan nilai AUM-nya mencapai Rp2,47 triliun. Principal AM mengalami pertumbuhan AUM hingga 178 persen.

MMI, Danareksa, Samuel AM, BNI AM, dan Principal AM tercatat sama-sama memiliki market share 5 persen pada tahun lalu.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana syariah adalah reksadana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report Desember 2019. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.