
Bareksa.com - Bagi kita yang memiliki karakter defensif atau memiliki profil risiko risk averter alias tidak menyukasi risiko dalam berinvestasi reksadana, maka jenis reksadana pasar uang merupakan jenis yang cocok untuk kita pilih. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak boleh mengharapkan keuntungan ya.
Investasi reksadana jenis ini memiliki risiko yang sangat rendah dan dengan imbal hasil yang rendah pula dibandingkan jenis reksadana yang lain. Sesuai dengan kaidah dasar "high risk high return" yang artinya semakin tinggi risiko tinggi maka berpeluang mendapatkan imbal hasil (return) yang tinggi pula, maka jenis reksadana ini bukan dimaksudkan untuk mengharapkan return yang tinggi.
Seperti diketahui, reksadana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi 100 persen pada instrumen pasar uang serta surat utang jangka pendek (jatuh tempo di bawah 1 tahun). Karena investasinya dilakukan pada instrumen tersebut, maka risikonya paling rendah dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya tetapi menghasilkan tingkat pengembalian yang rendah pula.
Untuk berinvestasi reksadana pasar uang, sebagian besar manajer investasi akan menyarankan jangka waktu pendek alias berkisar 1 tahun.
Bareksa merangkum performa tiga produk reksadana pasar yang memberi return tertinggi dalam 1 tahun terakhir. Masuk di dalam daftarnya antara lain Prospera Dana Lancar, Lancar Victoria Merkurius, dan Sucorinvest Money Market Fund.
Secara ringkas, Prospera Dana Lancar menjadi reksadana pasar uang yang mencatatkan return tertinggi dalam 1 tahun terakhir dengan kenaikan 7,00 persen. Disusul Lancar Victoria Merkurius dengan kenaikan 6,82 persen, dan Sucorinvest Money Market Fund dengan kenaikan 6,71 persen.
Untuk melihat bagaimana produk-produk itu bisa memberi return tinggi, berikut ulasan Bareksa.
1. Prospera Dana Lancar
Reksadana pasar uang ini dikelola oleh PT Prospera Asset Management. Hingga Mei 2019, Prospera Dana Lancar telah memiliki total dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp205,18 miliar.
Grafik Pertumbuhan NAB/Unit Prospera Dana Lancar
Sumber: Bareksa
Prospera Dana Lancar bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang optimal berupa pertumbuhan nilai investasi dan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi guna memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang relatif singkat.
Berdasarkan fund fact sheet per Mei 2019, beberapa top holdings aset dalam portofolionya antara lain:
♦ Obligasi Berkelanjutan III Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2018 Seri A
♦ Obligasi Berkelanjutan Indonesia EximBank II Tahap V Tahun 2015 Seri C
♦ Obligasi Berkelanjutan I Aneka Gas Industri Tahap I Tahun 2017 Seri A
♦ Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Permata Tahap I Tahun 2012
♦ Obligasi I AKR Corporindo Tahun 2012 Seri B
2. Lancar Victoria Merkurius
Reksadana pasar uang ini dikelola oleh PT Victoria Manajemen Investasi. Hingga Mei 2019, Lancar Victoria Merkurius telah memiliki total dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp277,13 miliar.
Grafik Pertumbuhan NAB/Unit Lancar Victoria Merkurius
Sumber: Bareksa
Lancar Victoria Merkurius bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan investasi yang menarik dengan risiko minimal sekaligus memperoleh tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu singkat.
Berdasarkan fund fact sheet per Mei 2019, beberapa top holdings aset dalam portofolionya antara lain:
♦ Bank Kesejahteraan Ekonomi PT. (Deposito)
♦ Bank Muamalat PT. Tbk. (Deposito)
♦ Bank Banten PT. Tbk. (Deposito)
♦ Bank Sinarmas PT. (Deposito)
♦ Bank Bukopin PT. (Deposito)
3. Sucorinvest Money Market Fund
Reksadana pasar uang ini dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management. Hingga Mei 2019, Sucorinvest Money Market Fund telah memiliki total dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp2,20 triliun.
Grafik Pertumbuhan NAB/Unit Sucorinvest Money Market Fund
Sumber: Bareksa
Sucorinvest Money Market Fund bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat keuntungan secara konsisten dan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat.
Berdasarkan fund fact sheet per Mei 2019, beberapa top holdings aset dalam portofolionya antara lain:
♦ TD (Term Deposit) Bank BNI
♦ TD Bank BPD Jateng
♦ TD Bank Sumut
♦ Obligasi Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tbk
♦ Obligasi Waskita Karya (Persero) Tbk
Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.
Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.
(KA01/hm)
***
Ingin berinvestasi di reksadana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Bareksa Fund Academy. GRATIS
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.