Saham TBLA Melonjak 7,7 Persen di Sesi I, Apa Penyebabnya?

Bareksa • 25 Jan 2019

an image
Petani menurunkan Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari perahunya di Desa Kuala Tripa, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Aceh, Kamis (19/10). Petani mengaku, sejak sepekan terakhir harga TBS kelapa sawit tingkat petani mulai membaik dari Rp 1.000 perkilogram menjadi Rp 1.350 per kilogram. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnnas)

Saham TBLA mengindikasikan adanya sinyal kenaikan cukup kuat

Bareksa.com - Saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) bergerak sangat aktif pada perdagangan hari ini, Jumat 25 Januari 2019. Hingga jeda sesi pertama perdagangan, saham TBLA telah melonjak 7,77 persen dengan berakhir di level Rp970 per saham.

Saham TBLA telah ditransaksikan sebanyak 3.080 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp33,93 miliar. Adapun tiga anggota bursa yang terbanyak memborong saham TBLA yaitu Indo Premier Sekuritas (PD) dengan nilai pembelian Rp4,74 miliar, kemudian Mirae Asset Sekuritas (YP) Rp4,38 miliar, dan Mandiri Sekuritas (CC) Rp3,5 miliar.

Faktor Lonjakan Harga Saham

Lonjakan harga saham TBLA pada hari ini ditopang oleh kabar perseroan yang mengantongi kontrak penjualan biodiesel ke Pertamina sebanyak 216.000 kiloliter atau meroket 134,78 persen untuk 2019 dari tahun sebelumnya 92.000 kiloliter.

Nilai kontrak tersebut mencapai Rp1,15 triliun.Perusahaan telah memiliki kapasitas produksi untuk memenuhi kontrak tersebut.

Sejak awal tahun, harga saham TBLA tercatat telah menguat 12,14 persen yang ditopang penguatan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Pada penutupan perdagangan kemarin (24/1), harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia naik 0,61 persen ke posisi MYR 2.293 per ton, yang mana merupakan harga tertinggi dalam 5 bulan terakhir.

Secara mingguan, harga CPO menguat 4,5 persen secara point to point. Sedangkan sejak awal tahun, harga komoditas agrikultur andalan Indonesia ini telah terapresiasi 8,3 persen.


Sumber: Bareksa

Secara teknikal, pola pergerakan saham TBLA sejak awal Desember lalu terpantau cukup baik dalam fase uptrend-nya yang cukup kuat dengan terbentuknya tiga higher high dan tiga higher low.

Selain itu, volume dalam beberapa hari terakhir yang menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan rata-ratanya, menandakan adanya antusiasme dan partisipasi yang besar dari pelaku pasar.

Indikator relative strength index (RSI) terlihat mulai sedikit berbalik arah dan masih berada di sekitar area netral, mengindikasikan adanya sinyal kenaikan cukup kuat.

Sumber: Bareksa

Sementara itu, pergerakan saham TBLA secara intraday pada hari ini terlihat sangat positif karena terus merangkak naik sejak awal pembukaan perdagangan dengan tanpa sedikitpun bergerak di bawah level pembukaannya. Hal tersebut menandakan adanya akumulasi beli yang semakin besar pada saham ini.

(KA01/AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.