Saham WSKT Naik 4,76 Persen, Ada Sinyal Akumulasi di Pasar

Bareksa • 03 Jan 2019

an image
Pekerja meratakan permukaan jalan beton di Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauhuni-Terbanggi Besar di Desa Sabah Balau Lampung Selatan. Pembangunan jalan tol itu dilakukan oleh Konsorsium BUMN, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, serta PT Adhi Karya Tbk

Pada 2 Januari 2019, saham WSKT ditutup pada level Rp1.760

Bareksa.com - Harga saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada perdagangan Rabu, 2 Januari 2019 ditutup melonjak 4,76 persen dengan berakhir pada level Rp1.760 per saham.

WSKT bergerak atraktif pada perdagangan kemarin dengan ditransaksikan sebanyak 6.136 kali, dengan nilai mencapai Rp96,71 miliar.

Berdasarkan aktivitas broker summary, tiga broker teratas yang paling banyak membeli saham WSKT pada perdagangan kemarin antara lain CGS-CIMB Sekuritas (YU) senilai Rp20,90 miliar, kemudian Buana Capital Sekuritas (RF) Rp10,49 miliar, dan Mirae Asset Sekuritas (YP) Rp9,30 miliar.

Nilai pembelian ketiga broker tersebut berkontribusi terhadap nilai transaksi keseluruhan WSKT masing-masing sebesar 21,61 persen, 10,85 persen, dan 9,62 persen.

Jasa Marga Siap Caplok Jalan Tol Waskita

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) berminat untuk membeli beberapa jalan tol milik Waskita, khususnya ruas tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Jawa.

Waskita sendiri dikabarkan akan menjual 18 ruas tol yang dimilikinya mulai tahun ini secara bertahap. Dua di antaranya merupakan Tol Pejagan-Pemalang dan Tol Pemalang-Batang yang merupakan bagian dari rangkaian Tol Trans Jawa.

Direktur Utama Jasa Marga Dessy Ariani mengatakan, pihaknya sangat berminat untuk membeli beberapa ruas tol yang merupakan tol Trans Jawa. Karena menurutnya, dengan menjadi operator Trans Jawa akan lebih mempermudah pengoperasiannya karena bisa diintegrasikan dalam satu perusahaan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) saja.

Sebagai informasi, jalan tol Trans Jawa sendiri memiliki beberapa operator di dalamnya. Selain Waskita dan Jasa Marga, ada juga PT Semesta Marga Raya dan PT Astra International Tbk (ASII).

Ruas tol yang dikelola oleh Astra meliputi Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan dan Mojokerto-Kertosono. Sedangkan tuas tol yang dioperasikan oleh PT Semesta Marga Raya adalah ruas tol Kanci-Pejagan. Sementara yang dipegang Waskita ada dua yakni Pejagan-Pemalang dan Pemalang Batang. Kemudian, sisanya dioperasikan oleh Jasa Marga.

Analisis Teknikal Saham WSKT

Sumber: Bareksa.com

Menurut analisis Bareksa, secara teknikal candle saham WSKT pada perdagangan kemarin membentuk bullish candle dengan disertai upper dan lower shadow yang kecil. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa saham ini bergerak positif dalam rentang yang cukup lebar dan berhasil ditutup dua tick di bawah level tertingginya.

Volume terlihat mengalami kenaikan dibandingkan dengan sehari sebelumnya menandakan adanya sinyal akumulasi pembelian serta antusiasme yang meningkat dari para pelaku pasar. Kemudian investor asing juga terpantau banyak memburu saham konstruksi pelat merah tersebut dengan mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp20,53 miliar.

Selain itu, indikator stochastic juga terlihat mulai berbalik arah dan masih berada di area netral, mengindikasikan sinyal kenaikan yang cukup kuat dengan target terdekat berada di level Rp1.830.

(KA01/hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.