Tarif Integrasi Berlaku, Pendapatan Tol JORR 1 Milik JSMR Diperkirakan Naik 50%

Bareksa • 05 Oct 2018

an image
Sejumlah kendaraan antre melakukan transaksi di Gerbang Tol (GT) Karang Tengah arah Merak, Tangerang, Banten. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) merupakan operator jalan tol ini. ANTARA FOTO/Lucky R.

Tarif untuk golongan I naik dari Rp9.500 per gerbang menjadi satu tarif yakni Rp15.000 untuk JORR 1

Bareksa.com - Mulai 29 September 2018 lalu, penerapan integrasi tarif untuk Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR 1) telah dilakukan, yang dipercaya bisa menyederhanakan penghitungan pembayaran dan meningkatkan efisiensi sistem transaksi jalan tol. Pada saat yang sama, integrasi yang menjadikan beberapa rute dengan tarif terpisah menjadi satu ini diprediksi bisa meningkatkan pendapatan bagi pengelola jalan ton.

Dengan integrasi tersebut, tarif JORR 1 untuk kendaraan mulai dari golongan I hingga golongan V semuanya mengalami peningkatan, dengan persentase yang berbeda. Peningkatan terbesar terjadi pada tarif untuk golongan I yang naik dari Rp9.500 per gerbang menjadi satu tarif yakni Rp15.000, atau naik 58 persen.

Tabel : Persentase Kenaikan Tarif Tol Baru yang Telah Terintegrasi

Sumber : Bareksa.com

Integrasi berlaku mulai dari Seksi W1 (SS Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), dan Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini).

Kemudian, Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Ulujami-Pondok Aren.

Kenaikan tarif tol ini, diyakini akan meningkatkan kinerja emiten-emiten pengelola tol, seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR), Hutama Karya, Marga Lingkar Jakarta, dan Jakarta Lingkar Baratsatu.

Tabel : Pemegang Konsesi Tol JORR 1

Sumber : Perusahaan

Tarif yang berlaku yaitu Rp 15.000 untuk kendaraan golongan I, Rp 22.500 untuk kendaraan golongan II dan III, dan Rp 30.000 untuk kendaraan golongan IV dan V. Memang, dengan integrasi ini pengguna jalan tol jarak jauh akan lebih diuntungkan, dibandingkan pengguna jarak dekat.

Kemudian, peningkatan tarif juga bisa mendongkrak pendapatan bagi operator jalan tol dari JORR 1 secara signifikan. Pasalnya, peningkatan tarif terbesar datang dari golongan kendaraan yang paling banyak menggunakan jasa jalan tol.

Grafik : Perubahan Harga dan Pengguna Tol JORR Berdasarkan Golongan

Sumber : Mandiri Sekuritas

Mengutip grafik dalam riset Mandiri Sekuritas yang telah dibagikan pada nasabah, 87 persen pengguna jalan tol yang melewati Tol JORR 1 adalah kendaraan golongan I, yang terkena kenaikan tarif tol baru mencapai 58 persen.

Dengan asumsi volume kendaraan setelah tarif tol baru ini tidak berubah, dan hanya memperhitungkan kenaikan tarif tol untuk golongan I, maka bisa dilihat jika dalam waktu ke depan terdapat potensi kenaikan pendapatan tol JORR 1 mencapai 50 persen dibanding pendapatan tahun lalu. (hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.