Harga Minyak Melesat, Target Terdekat Harga Saham MEDC di Level Rp1.095

Bareksa • 02 Oct 2018

an image
Salah satu kilang minyak Medco Energi Internasional Tbk (Company)

Harga saham MEDC telah mengalami rally beruntun dalam lima hari terakhir akibat momentum harga minyak yang menguat

Bareksa.com - Harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada perdagangan Senin, 1 Oktober 2018, ditutup melonjak 5,5 persen dengan berakhir di level Rp1.055 per saham. Saham MEDC bergerak atraktif pada perdagangan kemarin dengan ditransaksikan sebanyak 5.519 kali serta nilai transaksi Rp76,94 miliar.

Berdasarkan aktivitas broker summary, anggota bursa yang menempati jajaran top buyer atau sebagai pembeli terbanyak saham MEDC pada perdagangan kemarin antara lain CGS-CIMB Sekuritas (YU) dengan nilai pembelian Rp11,49 miliar, Mirae Asset Sekuritas (YP) Rp10,65 miliar, dan Mandiri Sekuritas (CC) Rp9,19 miliar.

Ketiga broker tersebut masing-masing berkontribusi terhadap nilai transaksi saham MEDC secara keseluruhan yaitu 14,93 persen, 13,84 persen, dan 11,94 persen.

Kenaikan Harga Minyak Mendorong Saham MEDC

Harga saham emiten pertambangan (khususnya minyak) seperti PT Medco Energi International Tbk (MEDC) melonjak signifikan pada perdagangan kemarin. Atraktifnya pergerakan saham MEDC ditopang oleh lonjakan harga minyak yang akhirnya mampu memberikan sentimen positif bagi saham-saham perusahaan pertambangan.

Sepanjang pekan lalu, harga minyak jenis Brent tercatat menguat 4,97 persen. Sedangkan harga minyak jenis light sweet naik 3,45 persen. Harga minyak menyentuh titik tertinggi sejak November 2014.

Kekhawatiran investor terhadap sanksi Amerika Serikat (AS) kepada Iran yang menyebabkan risiko terhambatnya pasokan global membuat harga minyak naik tajam.

Sanksi tersebut berpotensi mengurangi pasokan minyak di pasar dunia. Data Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak (OPEC) menyebutkan produksi minyak Iran mencapai 3,87 juta barel per hari, dan ekspornya 2,12 juta barel per hari. Jumlah tersebut bisa hilang saat Teheran terkena sanksi.

Kenaikan harga minyak akan mendongkrak harga jual minyak MEDC sehingga bisa berdampak positif bagi kinerja keuangannya.

Secara fundamental, MEDC terbilang cukup baik dan pendapatan emiten ini diperkirakan membukukan kenaikan seiring kenaikan harga jual rata-rata minyak dan kenaikan harga jual listrik.

Selain itu setelah MEDC menerbitkan obligasi senilai US$300 juta, perusahaan dapat memperpanjang masa jatuh tempo utang dan bisa mencari sumber pendanaan baru untuk proyek-proyek ke depan.

Analisis Teknikal Saham MEDC


Sumber : Bareksa

Menurut analisis Bareksa, secara teknikal candle saham MEDC pada perdagangan kemarin membentuk bullish candle dengan short upper shadow yang menggambarkan saham ini bergerak positif dengan ditutup lima tick di bawah level tertingginya.

Volume terlihat mengalami peningkatan dan cenderung masih besar dalam bebrapa hari terakhir menandakan adanya antusiasme yang cukup besar dari para pelaku pasar.

Apabila diperhatikan, saham MEDC telah mengalami rally beruntun dalam lima hari terakhir akibat momentum harga minyak yang menguat.

Selain itu, indikator relative strength index (RSI) saham MEDC terpantau masih bergerak naik mengindikasikan sinyal kenaikan yang cukup kuat dengan resisten terdekat berada di level Rp1.095.

Di sisi lain, harga minyak WTI yang masih ditutup menguat pagi ini sebesar 2,8 persen ke level US$75,3 per barel diperkirakan akan kembali menjadi sentimen positif yang mendorong MEDC bergerak atraktif.

(AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.