Bakal Punya Pemegang Saham dari Italia, Saham BFIN Sempat Menguat 23,2 Persen

Bareksa • 06 Aug 2018

an image
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3). IHSG pada perdagangan pekan ini ditutup melemah 16,95 poin atau 0,27 persen ke level 6.304,95. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Namun menutup sesi I, saham BFIN mulai mengalami tekanan jual dan berada pada level Rp680

Bareksa.com – Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) pada perdagangan hingga sesi I hari ini (Senin, 6 Agustus 2018) sempat menguat tajam hingga Rp770 atau naik 23,2 persen dari posisi Jumat, 3 Agustus 2018 Rp625. Namun menutup sesi I, saham BFIN mulai mengalami tekanan jual dan berada pada level Rp680.

Dalam setengah hari perdagangan, saham BFIN langsung dibuka menguat ke level Rp655. Setelah itu, beberapa kali memantul ke atas sebelum akhirnya cukup lama bertahan pada kisaran harga Rp700 dan Rp715 yang merupakan level harga dengan transaksi terbanyak.

Menutup sesi I perdagangan, tercatat volume saham BFIN mencapai 17.417 lot dengan frekuensi 742 kali bernilai Rp1,25 miliar.

Dari transaksi yang ada, saham BFIN banyak dibeli melalui broker Indo Premier Sekuritas dengan catatan volume 4.318 saham pada harga rata-rata Rp734. Sementara, broker Bahana Sekuritas menjadi penjual terbanyak dengan volume 7.301 saham pada harga rata-rata Rp709.

Intraday Saham BFIN Sesi I Perdagangan Senin, 6 Agustus 2018

Sumber: Bareksa.com

Penguatan saham BFIN tak lepas dari kabar salah satu pemegang sahamnya yakni Trinugraha Capital & Co SCA yang melepas sebagian kepemilikan. Seperti tertuang dalam keterbukaan informasi tertanda Direktur BFI Finance Sudjono, Trinugraha Capital telah menandatangani perjanjian jual beli saham pada 3 Agustus 2018.

“Trinugraha Capital akan menjual sebagian saham BFIN atau sebanyak 2,98 miliar kepada Compass Banca SpA, yang merupakan anak perusahaan yang dimiliki Mediobanca SpA, serta menjual 1.646 juta saham kepada Star Finance S.R.L,” tulis Sudjono.

Sudjono menyampaikan, transaksi jual beli saham tersebut diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan yang akan datang.

Meski begitu, lanjut Sudjono, karena transaksi jual beli saham ini adalah transaksi antara pemegang saham, maka belum ada dampak bagi kegiatan operasional perusahaan. “Setelah transaksi jual beli saham ini selesai, maka akan terjadi perubahan pemegang saham perusahaan,” tambah Sudjono.

Hingga saat ini, memang belum diketahui nilai penjualan sekitar 19,9 persen saham BFIN tersebut. Namun jika mengacu harga rata-rata penutupan saham BFIN sepanjang tahun ini hingga 3 Agustus 2018 yang sebesar Rp787,78, maka kisaran nilai transaksi penjualan saham BFIN dari Trinugraha Capital ke anak perusahaan bank asal Italia ini adalah Rp2,34 triliun.

(AM)