Ongkos Mudik Lebaran Mahal? Siasati dengan Menabung di Reksadana

Bareksa • 22 May 2018

an image
Calon penumpang bersiap menaiki kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Tradisi mudik pada Hari Raya Idul Fitri membutuhkan dana yang tidak sedikit. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Uang THR saja tidak cukup untuk membiayai kebutuhan mudik

Bareksa.com – Pulang ke kampung halaman atau mudik telah menjadi tradisi tahunan bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia saat Lebaran. Namun, mudik selalu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit karena kita tidak hanya perlu mempersiapkan dana yang cukup untuk biaya transportasi pulang pergi, tapi juga untuk belanja keperluan Lebaran, memberikan angpao kepada orang tua dan sanak keluarga, dan banyak lagi pengeluaran lainnya.

Sebagai ilustrasi, Bareksa menanyakan anggaran mudik pada salah satu karyawan perusahaan swasta asal Semarang, Jawa Tengah, yang merantau ke Jakarta. Sebut saja namanya Gadis. Dia mengaku biasa menghabiskan 50-70 persen uang tunjangan hari raya (THR) yang diperolehnya dari tempatnya bekerja hanya untuk berbagai biaya pengeluaran saat mudik. 

Akan tetapi, jangan beranggapan THR sudah cukup untuk biaya mudik. Anggaran sebesar itu belum termasuk biaya transportasi menjelang lebaran, yang cenderung lebih besar dibandingkan dengan hari-hari biasa. Gadis biasa mudik naik kereta api kelas eksekutif Jakarta - Semarang dengan biaya Rp700 ribu pergi pulang (PP). Moda ini dipilih karena kalau naik pesawat, ongkosnya lebih mahal atau sekitar Rp1,4 - 2 juta PP. Gadis mengakui bahwa uang THR saja tidak cukup untuk membiayai kebutuhan mudik. Setiap kali mudik, dia tidak hanya menghabiskan uang THR, tetapi juga uang gaji bulanan.

Karena itu, dana mudik perlu disiapkan jauh-jauh hari, dengan cara menyisihkan pendapatan kita setiap bulan. Idealnya, menurut teori perencanaan keuangan, setiap dari kita perlu mengganggarkan 10 persen dari penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan. Dari porsi ini, kita dapat mengambil 5 persen sebagai tabungan dana mudik. Jika hal ini dilakukan, kita dapat menghindari menggunakan uang gaji bulanan untuk mudik. Sebab, gaji bulanan seharusnya digunakan untuk biaya keperluan rutin kita sehari-hari. 

Katakanlah kita saat ini memiliki penghasilan Rp4 juta per bulan. Maka, sebanyak Rp200 ribu perlu disisihkan untuk tabungan dana mudik ini. Agar optimal, uang mudik ini bisa kita tempatkan pada reksadana pendapatan tetap. Jenis reksadana ini menempatkan asetnya pada obligasi pemerintah dan swasta yang berpotensi menghasilkan keuntungan (return) yang jauh lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan dan deposito di bank.  

Untuk mengetahui keuntungan menabung di reksadana, mari kita simulasikan menggunakan Simulator Reksa Dana yang tersedia di Bareksa.com

Mula-mula, kita pilih reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium—menurut data Bareksa, reksadana ini merupakan jenis reksa dana pendapatan tetap yang memiliki kinerja terbaik dalam setahun terakhir.

Andaikan saja kita mulai menabung di reksadana ini sejak setahun lalu, sejak 19 Mei 2017 hingga 21 Mei 2018, dengan dana awal Rp200 ribu. Kemudian, secara rutin kita menambahkan dana Rp200 ribu setiap bulan pada tanggal, seperti yang tampak pada tabel di bawah ini.

Tabel: Simulasi Menabung Reksa Dana Pendapatan Tetap Syailendra Pendapatan Tetap Premium

Grafik: Hasil Simulasi Investasi Reksa Dana Syailendra  Pendapatan Tetap Premium         

Sumber: Bareksa.com

Selama kurun waktu satu tahun, dana yang kita kumpulkan mencapai Rp 2,6 juta. Lantas bagaimana hasilnya?

Pada grafik di atas ditunjukkan pada garis berwarna abu-abu, terlihat bahwa per tanggal 19 Mei 2018 uang yang ditabungkan pada reksa dana Syailendra Pendapatan Tetap Premium telah berkembang menjadi Rp 2,75 juta atau tumbuh sekitar 4,83 persen setahun. Dana ini bisa kita gunakan untuk mudik naik pesawat sekaligus belanja keperluan Lebaran ataupun membagikan angpao kepada handai taulan di kampung halaman.

Jadi, ayo mulai menabung reksadana sekarang untuk memenuhi kebutuhan finansial kita di masa depan. (hm)

* * *

Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.