Kresna Investama Bakal Investasi di Hingga 10 Startup Digital Tahun Ini

Bareksa • 18 May 2018

an image
Ilustrasi bisnis startup. (Stockertop/123RF)

Perseroan bakal menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp250-300 miliar

Bareksa.com – PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) berencana berinvestasi pada 5-10 perusahaan rintisan (startup) digital tahun ini. Sepanjang 2018, perseroan bakal menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp250-300 miliar.

Direktur Kresna Graha Investama, Suryandy Jahja mengatakan, sejak 2015 perseroan banyak melakukan ekspansi di sektor usaha digital. Hasilnya, 83 persen pendapatan Kresna Investama pada kuartal I-2018 dikontribusikan oleh bisnis digital.

“Kita proyeksikan tahun ini pendapatan mencapai Rp5 triliun, 90 persen kontribusi kita harapkan dari sektor digital,” ujar dia di Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Jumlah perusahaan yang akan diakuisisi Kresna Investama tahun ini masih sangat bergantung pada peluang-peluang yang ada. Perseroan juga belum tahu akan masuk sebagai investor perusahaan rintisan digital pada seri investasi berapa.

Akan tetapi, pada prinsipnya, Kresna Investama mencari startup digital untuk melengkapi ekosistem yang sudah dimiliki perseroan. Suryandy menjelaskan bahwa perseroan akan berinvesatasi pada startup yang bisa berkembang signifikan dalam bisnis digital.

Ada tiga kriteria Kresna Investama dalam mengakuisisi perusahaan digital. Pertama, perusahaan digital tersebut harus dapat menunjang infrasturktur digital yang telah dibangun Kresna Investama.

Kemudian, kedua, startup digital yang akan diakuisisi dapat membuat konten digital Kresna lebih kuat. Sementara ketiga, startup digital yang diakusisi perseroan harus memiliki bisnis yang secara natural digunakan oleh masyarakat.

“Itu tiga kriteria, dan Kresna sangat ketat,” ujarnya.

Lebih lanjut Suryandy mengatakan, perusahaan startup digital tidak selalu sudah membukukan keuntungan. Beberapa anak usaha Kresna Investama masih ada yang mengeluarkan uang terus untuk berkembang.

Meskipun demikian, Kresna selalu memproyeksikan startup digital yang akan diakuisisi bakal memperoleh keuntungan dalam 1-2 tahun ke depan. Kresna tidak akan berinvestasi pada startup digital yang belum memiliki proyeksi untung hingga lima tahun ke depan.

Dalam peta jalan (road map) Kresna Investama di bisnis digital, kontribusi bisnis digital terhadap total laba bersih perseroan diharapkan dapat mencapai 40-50 persen pada 2022. Saat ini, kontribusi laba bersih perusahaan digital terhadap laba bersih perseroan baru sebesar 10 persen.

Kresna Investama juga baru berinvestasi pada perusahaan teknologi finansial asal Singapura, MatchMove Pay Lte Ltd (MMP), April tahun ini. Untuk berinvestasi pada MMP, Kresna Invesama mengakuissisi PT Graha Kreasi Sejahtera yang memiliki 15,5 persen MMP.

Tidak Bagi Dividen

Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Kresna Investama memutuskan tidak membagikan dividen tahun ini. Kresna memang membutuhkan dana untuk menjalankan ekspansinya.

“Kita sedang dalam masa ekspansi cukup agresif di sektor digital,” katanya.

Dia memandang, keuntungan Kresna Investama sepanjang tahun lalu dapat jauh lebih efektif apabila diinvestasikan kembali pada sektor digital. Perseroan berekspektasi bakal ada pertumbuhan yang signifkan pada bisnis digitalnya.

Kresna Investama membukukan pendapatan sebesar Rp950 miliar pada kuartal I-2018, meningkat 764 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp110 miliar. Melonjaknya pendapatan perseroan karena tahun ini Kresna Investama mencatatkan pendapatan di bisnis digital.

Sementara itu, laba bersih perseroan sebesar Rp119,6 miliar, meningkat 71,4 persen dari realisasi kuartal I-2017 sebesar Rp69,8 miliar. (hm)