Suspensi Dicabut BEI di Sesi 2, Saham TAXI Meroket 20 Persen

Bareksa • 05 Apr 2018

an image
Seorang pria melintasi jajaran kendaraan di Pool Taxi Express, Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (6/10). PT Express Transindo Utama Tbk menyampaikan laba pada Juni 2017 sebesar Rp158,73 miliar atau turun dari periode tahun lalu sebesar Rp374,06 miliar yang disebabkan oleh rendahnya tingkat utilitas alias. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Pencabutan dilakukan sehubungan TAXI telah melakukan pembayaran bunga ke-15 dan denda keterlambatan Obligasi

Bareksa.com –Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham Express Transindo Utama Tbk (TAXI) pada sesi kedua perdagangan hari ini (5 April 2018) di seluruh pasar. Seiring dengan pencabutan itu, saham operator taksi ini pun langsung meroket.

Menurut keterangan BEI Kamis 5 April 2018, pencabutan suspensi dilakukan sehubungan telah dilakukan pembayaran bunga ke-15 dan denda keterlambatan Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014. Sebelumnya, saham TAXI terkena suspensi sejak 2 April 2018.

Oleh karena itu, bursa memutuskan untuk melakukan pencabutan sementara perdagangan efek TAXI. Bursa meminta kepada semua pihak untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi perseroan khususnya mengenai pemenuhan kewajiban di masa mendatang.

Grafik : Pergerakan Intraday Saham TAXI

Sumber : Bareksa.com

Hanya butuh waktu 19 menit setelah perdagangan saham TAXI kembali dibuka, harganya langsung meroket 20 persen dari Rp160 menjadi Rp192. Hanya dalam 19 menit, nilai transaksi TAXI telah mencapai Rp27,5 miliar. Dengan frekuensi mencapai 6.594 kali, saham TAXI pun masuk ke daftar saham paling aktif hari ini.

Adapun broker Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dan IndoPremier Sekuritas (PD) menjadi broker dengan pembelian sekaligus penjualan terbesar hingga pukul 13.49 WIB.

Sebelumnya diberitakan, pembayaran Bunga ke-15 Obligasi TAXI ditunda, yang seharusnya dilaksanakan pada 26 Maret 2018 disebabkan karena dana belum efektif di rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). (Baca Juga : TAXI Tunda Bayar Kupon Obligasi)

Sementara itu, Pefindo kembali menurunkan peringkat surat utang tersebut dari BB+ menjadi BB- (double B minus) dengan prospek negatif (negative outlook) per tanggal 12 Maret 2018. Tanda minus menunjukkan bahwa peringkat yang diberika Pefindo tersebut relatif lemah dan di bawah rata-rata dengan kategori perusahaan lainnya.

Peringkat yang berlaku mulai periode 12 Maret 2018 hingga 1 Maret 2019 tersebut diberikan pasca TAXI menerbitkan data dan informasi laporan keuangan per 30 September 2017. (hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.