Indonesia Menang Sengketa Biodiesel Atas Eropa, Saham CPO Lompat di Sesi Kedua

Bareksa • 26 Jan 2018

an image
Petani menurunkan Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari perahunya di Desa Kuala Tripa, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Aceh, Kamis (19/10). Petani mengaku, sejak sepekan terakhir harga TBS kelapa sawit tingkat petani mulai membaik dari Rp 1.000 perkilogram menjadi Rp 1.350 per kilogram. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnnas)

Saham SSMS, AALI, LSIP, dan BWPT berkontribusi terhadap penguatan indeks perkebunan hari ini

Bareksa.com - Saham-saham terkait minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melonjak naik di sesi kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Hal ini seiring dengan kemenangan Indonesia dalam sengketa biodiesel dengan Eropa yang diputuskan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Panel Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) WTO menilai bahwa Eropa tidak konsisten dengan peraturan Perjanjian Anti Dumping WTO sehingga Indonesia berhak menang dalam sengketa biodiesel dengan Uni Eropa.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menilai kemenangan telak Republik Indonesia akan membuka lebar akses pasar dan memacu kembali kinerja ekspor biodiesel ke Uni Eropa (UE).

“Tentunya akan membuka lebar akses pasar dan memacu kembali kinerja ekspor biodiesel ke UE bagi produsen Indonesia, setelah sebelumnya sempat mengalami kelesuan akibat adanya pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) atas produk tersebut," kata Enggartiasto melalui siaran pers Jumat (26 Januari 2018).

Indeks saham sektor perkebunan (agriculture) menguat 1,39 persen hingga pukul 15:40 WIB hari ini. Hal ini pun seiring dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 0,76 persen ke 6.665,57.

Grafik Pergerakan Indeks Perkebunan Intraday 26 Januari 2018

Sumber: Bareksa.com

Sejumlah saham terkait sawit yang mendorong penguatan indeks perkebunan hari ini termasuk PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang naik 1,01 persen ke Rp1.505, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang naik 0,76 persen ke Rp1.320, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang menguat 1,54 persen ke Rp13.150, dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) yang naik 3,45 persen ke Rp240.

Indonesia merupakan produsen terbesar CPO di dunia mengalahkan Malaysia. Sementara itu, Eropa merupakan importir hasil CPO Indonesia terbesar kedua di dunia setelah India.

Data Kementerian Perindustrian mencatat produksi CPO Indonesia pada tahun 2016 mencapai 33,5 juta ton. Sementara ekspor produk sawit dan turunannya tahun 2016 senilai US$19,6 miliar, yang 70 persennya berupa produk olahan (food, non food, chemical, biodiesel) dan sisanya 30 persen berupa bahan baku (produk hulu CPO/CPKO).