Ramai Diperdagangkan, Saham TRAM Meroket 14 Persen

Bareksa • 20 Oct 2017

an image
Kapal PT Trada Maritime Tbk. (Sumber : materi presentasi TRAM)

Penguatan saham TRAM didorong dua broker yakni Mirae Sekuritas dan Mandiri Sekuritas

Bareksa.com – Investor merespons positif perkembangan proses rencana PT Trada Maritime Tbk (TRAM) untuk mendiversifikasi bisnis ke sektor pertambangan. Hal itu terlihat dari pergerakkan saham TRAM pada perdagangan hari ini (Jumat, 20/10/2017).

Menutup sesi I perdagangan, saham TRAM menguat 14,07 persen ke level Rp154 dari posisi hari sebelumnya Rp135 per saham. Berdasarkan pantauan Bareksa, level penutupan saham TRAM pada sesi I hari ini menjadi yang tertinggi sejak 25 September 2017 saat harganya Rp163.

Kembali pada perdagangan saham TRAM hari ini, volume transaksinya mencapai 5,55 juta lot dengan frekuensi 10.032 kali bernilai Rp83,06 miliar. Saham TRAM sempat menyentuh level tertinggi Rp156 dengan level terendah Rp136. (Baca : Ganti Nama Jadi Trada Alam Minera, TRAM Pertahankan Bisnis Kapal)

Yang menarik dari transaksi TRAM hari ini, dua broker yakni Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan Mandiri Sekuritas menjadi dua broker utama yang menjadi pembeli dan penjual saham TRAM.

Sebagai pembeli saham TRAM, Mirae mencatat volume 970.071 saham pada harga rata-rata Rp149. Sementara sebagai penjual, broker dengan kode YP ini mencatat volume 934.552 saham pada harga rata-rata Rp150. (Lihat : Tiga Petinggi Trada Maritime Kompak Mengundurkan Diri Jelang RUPSLB)

Grafik: Pergerakkan Intraday Saham TRAM Sesi I Perdagangan Jumat, 20 Oktober 2017

Sumber: Bareksa.com

Adapun Mandiri Sekuritas mencatat transaksi beli saham TRAM dengan volume 572.275 saham di harga rata-rata Rp150. Pada harga rata-rata yang sama, broker dengan kode CC mencatat volume jual saham TRAM sebanyak 585.539 saham.

Sebagai informasi, Trada Maritime telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait transaksi material pengambilalihan PT Semeru Infra Energi (SIE), PT Black Diamond Energi (BDE), dan PT SMR Utama Tbk (SMRU). Pada saat yang sama, Trada Maritime juga mengubah namanya menjadi PT Trada Alam Minera Tbk.

Langkah tersebut juga akan ditindaklanjuti melalui RUPSLB pada November mendatang yang akan membahas rencana penambahan modal dengan skema rights issue. Sesuai rencana, perseroan menargetkan dana hingga Rp6 triliun.

Di sisi lain, Direktur Trada Maritime Ismail Mahruf menerangkan, pihaknya tidak akan melepas bisnis perkapalan. Namun dengan adanya bisnis pertambangan, perseroan memperkirakan porsi pendapatan perkapalan hanya 20 persen dan 80 persen lainnya dari pertambangan. (Baca : TRAM Akan Akuisisi 3 Perusahaan Senilai Rp 6 Triliun, Ini Kinerja Keuangannya)