Sejak Awal September Harga Saham PGAS Ambrol 25 Persen, Asing Jual Rp 390 Miliar

Bareksa • 20 Sep 2017

an image
Petugas memeriksa tekanan gas di Pressure Reducing Station PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Semarang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Kini harga saham PGAS menyentuh level terendah dalam delapan tahun terakhir

Bareksa.com -  Harga saham distributor gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) anjlok sejak awal September 2017. Hal ini seiring dengan transaksi jual oleh investor asing yang mencapai Rp 390 miliar terhadap saham badan usaha milik negara ini.

Sejak awal bulan ini hingga kemarin harga saham PGAS ditutup naik 25 persen menjadi Rp 1.615 per saham. Harga saham PGAS tersebut menyentuh level terendah dalam delapan tahun terakhir, dari sebelumnya Rp 2.120 per saham.

Pada periode tersebut, investor asing juga terpantau banyak melepas saham PGAS melalui sejumlah broker. (Baca juga : Ini Kronologis Jatuhnya Harga Saham PGAS, Kini Hanya Tersisa 27 Persen)

Grafik: Pergerakan Harga Saham PGAS

Sumber: Bareksa.com

UBS Securities (AK) tercatat sebagai broker  penjual terbesar saham PGAS. AK menjual 837 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp 1.713 per saham atau senilai Rp 142,1 miliar. Nilai transaksi yang dilakukan AK setara 8 persen jika dibandingkan seluruh transaksi saham PGAS yang mencapai Rp 1,78 triliun. (Baca : Laba Bersih Anjlok, Harga Saham PGAS Turun di Level Terendah Sejak 2009)

Broker kedua terbesar yang membeli saham PGAS untuk investor asing adalah Morgan Stanley (MS). Broker ini melepas 388 ribu lot saham PGAS pada harga rata-rata Rp1.897 per saham atau senilai Rp74,8 miliar.

Adapun pembeli terbesar berikutnya adalah Citigroup Securities (CG), yang menjual sebanyak 240 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp 1.828 senilai Rp 43,9 miliar.

Investor asing Nomura Securities (FG) dan Deutsche Securities (DB) juga tercatat melakukan aksi jual bersih terhadap saham PGAS dengan nilai transaksi masing-masing sebesar Rp 41,4 miliar dan Rp 39,6 miliar. (Lihat juga : PGAS Pangkas Target Laba Bersih Tahun ini jadi US$ 150 juta, Apa Alasannya?)