Berita Hari Ini: Global Mediacom Masuk LQ-45 , Saham Elnusa Terdepak

Saham Bank BJB dan Barito Pacific juga masuk dalam jajaran saham LQ45 periode Agustus 2017- Januari 2018
Bareksa • 26 Jul 2017
cover

Pengunjung mengamati maket Tower Kamala Kandara milik PT PP Properti Tbk (PPRO) usai soft launching di Kawasan Grand Kamala Lagoon, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

PT PP Properti Tbk (PPRO)

PPRO mengalokasikan belanja modal hingga Rp10 triliun hingga lima tahun ke depan. Tahun ini, PPRO mengalokasikan Rp3 triliun, lalu pada 2019, 2020, 2021 dan 2022 diproyeksikan akan membutuhkan belanja modal masing-masing senilai Rp1,5 triliun, Rp1,5 triliun, Rp2 triliun dan Rp2 triliun.

Belanja modal ini akan dipenuhi dari kas internal. Jika tidak cukup, maka PPRO akan mencari pinjaman bank.

Saham LQ-45

Saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dan PT Barito Pasific Tbk (BRPT). menjadi penghuni baru dalam indeks LQ45 periode Agustus 2017- Januari 2018.

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia, tiga saham tersebut menggantikan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Elnusa Tbk (ELSA) yang terlempar dari daftar 45 saham paling likuid di BEI.                  

PT Pertamina (Persero)

Pertamina masih mencatatkan pertumbuhan produksi di semester I 2017. Biarpun kondisi hulu migas belum juga pulih akibat harga minyak yang masih rendah.

Pertamina hingga akhir Juni 2017 mencatatkan produksi Migas sebesar 692.000 BOEPD atau naik 8,12 persen  jika dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar 640.000 barel setara minyak per hari (BOEPD).    

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

BDMN menyatakan dengan rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) per akhir semester I 2017 terjaga di level 89,6 persen.

Merujuk data laporan keuangan semester I-2017, angka tersebut lebih rendah 3 persen dibanding tahun lalu di posisi 92,6 persen

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK)

Anjloknya harga kakao di pasar global berisiko menekan kinerja emiten pengolahan biji kakao BTEK pada tahun ini.

Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), harga kakao anjlok dari US$3,1 per kilogram pada Mei 2016 menjadi US$2 per kilogram pada Mei 2017. Sepanjang periode tersebut, harga kakao terkoreksi 35,99 persen

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

Pendapatan emiten perkebunan sawit LSIP diproyeksi tumbuh 2,9 persen pada kuartal II-2017 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kenaikan pendapatan berasal dari tumbuhnyan volume penjualan CPO menjadi 98.140 ton atau naik 4,2 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lebih lanjut, laba bersih emiten Grup Salim ini diperkirakan sebesar Rp389,8 miliar pada periode tersebut.