Berita / Kategori / Artikel

Penjualan Otomotif pada Juni di Level Terendah pada 2017, Saham Astra Melemah

Pertumbuhan lini bisnis otomotif selalu dipantau investor karena masih menjadi penopang utama pendapatan Grup Astra
• 19 Jul 2017
cover

Segmen otomotif PT Astra International Tbk (ASII)

Bareksa.com – Pasar mobil nasional mengalami penurunan sebesar 27,5 persen pada Juni 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, demikian data yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) seperti dipublikasi PT Astra International Tbk (ASII), Selasa, 18 Juli 2017.

Penjualan mobil pada Juni 2017, di luar segmen mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC), sebanyak 66.370 unit atau lebih rendah dibandingkan 91.488 unit pada periode Juni 2016.

Tercatat hampir semua segmen penjualan mobil Astra mencatatkan pertumbuhan penjualan terendah secara bulanan di Juni 2017. Di antaranya Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, dan mobil LCGC. Meski begitu pangsa pasar mobil Astra per Juni 2017 naik menjadi 55 persen, dari Juni 2016 sebesar 54 persen. Kenaikan pangsa pasar karena secara industri, pasar mobil nasional per Juni 2017 turun lebih dalam dari penurunan penjualan mobil Astra yang sebesar 26 persen.

Gambar : Data Penjualan Mobil dan Motor Juni 2017

Sektor otomotif merupakan lini bisnis yang menjadi penopang utama kinerja Astra secara keseluruhan. Pada Tahun Buku 2016, lini bisnis otomotif perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp 9,2 triliun, sebagian besar ditopang oleh kesuksesan peluncuran mobil model baru.

Penjualan dari segmen otomotif sangat vital perannya mengingat masih menjadi penopang bagi keseluruhan pendapatan dari Grup Astra, serta menjadi penyumbang terbesar terhadap laba bersih perseroan dengan kontribusi laba sebesar Rp 9,2 Triliun atau 60,5 persen di akhir 2016. Apabila dilihat 4 tahun terakhir di kuartal I, kontribusi otomotif terhadap pendapatan ASII cenderung menurun dalam persentase di tengah kenaikan total pendapatan yang mencapai Rp 48,7 triliun.

Grafik : Kontribusi Otomotif terhadap Pendapatan ASII (Rp Miliar)

Sumber : Laporan Keuangan, diolah Bareksa

Berdasarkan grafik tersebut, sangatlah penting bagi para investor untuk melihat data pernjualan otomotif baik motor maupun mobil yang sedikit banyaknya akan berdampak pada pergerakan harga saham ASII.

Di sektor otomotif, Astra membawahkan beberapa perusahaan otomotif yakni PT Toyota Astra Motor (mobil Toyota dan Lexus), PT Astra Daihatsu Motor (mobil Daihatsu), PT.Isuzu Astra Motor Indonesia (mobil Isuzu), PT Tjahja sakti Motor (BMW dan Peugeot), PT.Astra Nissan Diesel Indonesia (truk Nissan diesel), UD Trucks, PT.Astra Honda Motor (sepeda motor Honda).

Kemudian, PT Toyota Auto2000 (dealer mobil Toyota), PT.Astra Otoparts Tbk (industri pembuat komponen/sukucadang), PT.Tunas Mobilindo Perkasa (Daihatsu), PT.Serasi Autoraya (TRAC), PT Serasi Mitra Mobil (Mobil88).

Hingga pukul 10.21 wib, harga saham ASII cenderung diperdagangkan melemah 1,15 persen di level Rp 8.575 setelah para pelaku pasar cenderung melihat data penjualan mobil dan motor grup Astra yang menurun khusus di bulan Juni 2017.

Grafik : Pergerakan Intraday ASII

Sumber : Bareksa.com

Tags: