Aksi Beli Investor Asing Picu Lonjakan Harga Saham BRMS & BUMI

Bareksa • 12 May 2017

an image
Pria melintasi layar elektronik yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Plaza Mandiri, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Minggu lalu, harga saham grup Bakrie ini sempat tersungkur

Bareksa.com - Harga saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami pembalikan arah (rebound) setelah anjlok pada perdagangan seminggu kemarin. Bahkan, sekarang harga saham emiten tambang batu bara ini, menjadi saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing

Hingga pukul 14.30 hari ini, 12 Mei 2017, harga saham BRMS lompat 25 persen menjadi Rp66 per saham. Padahal, sejak minggu lalu hingga kemarin, harga saham BRMS telah longsor 26,4 persen dan ditutup pada harga Rp53 per saham.

Seiring dengan meningkatnya harga saham BRMS, terpantau investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) terhadap saham BRMS sebanyak Rp8 miliar.

Investor asing paling banyak membeli lewat broker Lauthandana Sekurindo (YJ). Melalui YJ terpantau investor asing membeli 931 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp65,8 per saham senilai Rp6,1 miliar.

Selain itu, investor asing juga bertransaksi melalui broker Phillip Sekuritas (KK) dengan membeli 261 ribu lot saham, pada harga rata-rata Rp61,9 per saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp1,6 miliar.

Grafik: Pergerakan Harga Saham BRMS Secara Intraday

Sumber: Bareksa.com

Tidak hanya BRMS, saham BUMI juga banyak di borong asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp3,8 miliar.

Dari pantauan Bareksa, CIMB Securities (YU) memborong 47 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp347,6 per saham senilai Rp1,6 miliar.

Pembeli terbesar kedua adalah DBS Securities (DP) 22,5 ribu lot saham pada harga rata-rata Rp344,2 per saham, setara Rp774,5 juta.

Aksi borong asing ini mendorong lonjakan harga saham BUMI hingga 8 persen menjadi Rp354 per saham dari sebelumnya Rp328 per saham.

Grafik: Pergerakan Harga Saham BRMS Secara Intraday

Sumber: Bareksa.com