5 Bank Biayai Proyek Palapa Ring Paket Timur Rp4 Triliun

Bareksa • 27 Mar 2017

an image
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memaparkan program Palapa Ring di kantor Gubernur Sulut, Manado, Sulawesi Utara, 26 Agustus 2016 (Antara Foto/Adwit B. Pramono)

BNI bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner dalam kredit sindikasi ini.

Bareksa.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bersama empat bank lainnya menyalurkan kredit sindikasi senilai lebih dari Rp4 triliun untuk membiayai Proyek Palapa Ring Paket Timur. BNI bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner dalam kredit sindikasi ini.

Pembiayaan tersebut disalurkan pada PT Palapa Timur Telematika (PTT) sebagai badan usaha proyek. Keempat bank lain yang menjadi anggota sindikasi pembiayaan ini adalah ICBC Indonesia, Bank Papua, Bank Maluku Malut, dan Bank Sulsebar.

Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi antara bank-bank sindikasi dengan PT PTT dilaksanakan di Gedung BNI, Jakarta, Senin (27 Maret 2017).

Dalam keterangannya, Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta mengatakan dukungan BNI dalam Kredit Sindikasi ini merupakan salah satu bentuk riil terhadap percepatan pembangunan proyek infrastruktur, termasuk dalam mendukung infrastruktur jaringan serat optik nasional ini. Keberadaan akses pita lebar (broadband) di kawasan-kawasan nonkomersil ini akan dapat dinikmati masyarakat secara luas, sehingga nantinya akan semakin menyatukan Indonesia.

“BNI turut serta mendukung proyek Palapa Ring Paket Timur ini, di mana sebelumnya, BNI juga mendukung pembiayaan Proyek Palapa Ring Paket Tengah. Harapannya, satu per satu proyek infrastruktur strategis dapat memperoleh percepatan dalam proses pembangunannya, termasuk pembangunan jaringan serat optik di seluruh wilayah Indonesia, yang merupakan tulang punggung pemerataan jaringan pita lebar atau broadband," ujarnya.

Dalam perjanjian kredit sindikasi ini, BNI bertindak sebagai Mandated Lead Arranger (MLA) dan Bookrunner dengan nilai kredit senilai lebih dari Rp2,4 triliun. Sementara sisanya diambil empat bank lainnya, yakni ICBC Indonesia sebesar Rp1 triliun, Bank Papua sebesar Rp300 miliar, Bank Maluku Malut senilai Rp100 miliar dan Bank Sulselbar sebesar Rp200 miliar.

Pada tgl 29 Maret 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menyerahkan sertifikat efektif proyek Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Palapa Ring Paket Timur kepada PT PTT. "(Kredit sindikasi untuk) Pembangunan kabel laut, kabel darat, microwave. Nilai proyek Rp5,1 triliun, 80 persen (pembiayaan) dari sindikasi kredit," sambung Direktur Utama PT PTT, Leon M. Kakisina.

Proyek Palapa Ring ini termasuk salah satu proyek strategis pemerintah dan termasuk dalam Masterplan of National Broadband (Rencana Pita Lebar Indonesia 2014 – 2019). Proyek ini diatur dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksana Proyek Strategis Nasional.

Proyek ini merupakan proyek pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia, sehingga keberadaan akses pita lebar (broadband) dapat dinikmati masyarakat secara luas. Proyek ini dibagi atas tiga paket yaitu Palapa Ring Paket Barat, Tengah, dan Timur. Palapa Ring akan menggunakan kabel jaringan sepanjang 13.000 km untuk menghubungkan Indonesia. Ada 57 kota/kabupaten yang akan dihubungkan dengan fiber optic Palapa Ring. Sebanyak 28 kota akan menghubungkan kota yang sudah memiliki jaringan sebelumnya dengan kota yang baru akan disambungkan.

Proyek Palapa Ring Timur akan menjangkau wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat dengan total panjang jaringan 8.400 km, terpanjang di antara dua proyek lain sebelumnya. Paket Tengah akan menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai Kepulauan Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km. Sedangkan paket Barat akan menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km. (K15)