
Bareksa.com - Sepanjang tahun 2016, penjualan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merosot 13,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi hanya Rp9,11 triliun meskipun volume penjualan feronikel naik cukup signifikan. Beruntung pendapatan dari penjualan emas memberikan kontribusi cukup besar bagi Antam.
Sekretaris perusahaan Antam, Trenggono Sulistio mengatakan kontribusi dari penjualan emas mencapai 61 persen dari total penjualan, berdasarkan laporan kinerja 2016 yang belum di audit.
Volume penjualan feronickel Antam sebetulnya justru menuai rekor yakni mencapai 20.888 TNi sepanjang tahun 2016, naik 12% dibandingkan penjualan tahun 2015 sebesar 18.643 TNi. Volume produksi pun melesat 18 persen menjadi 20.293 ton TNi pada periode yang sama.
"Capaian produksi dan penjualan feronikel terbesar sepanjang sejarah Perusahaan menjadi landasan yang solid bagi kami untuk terus melakukan ekspansi komoditas hilir nikel," kata Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman.
Tabel : Volume Produksi ANTM
Sumber : Laporan Keuangan ANTM
Sayangnya harga nikel masih terus berfluktuasi. Meskipun di semester akhir 2016 harga nikel di pasar spot mulai kembali mengalami kenaikan, hal ini belum dirasakan oleh Antam.
Grafik: Pergerakan harga Nikel Internasional
Sumber: Infomine.com
Selain nikel, Antam terus berupaya meningkatkan pertumbuhan komoditas utama lainnya yakni emas dan bauksit. Demi mengoptimalisasi penjualan emas, Antam berinovasi dengan mengutilisasi motif batik di produk logam mulia. Hal ini juga dimaksudkan untuk memanfaatkan harga komoditas yang tengah menanjak beberapa waktu belakangan ini.
"Antam juga berencana untuk menjajaki pasar ekspor menjanjikan seperti Asia dan Afrika," ungkap Tedy.