MNC Kapital Lepas Seluruh Kepemilikan di BEKS

Bareksa • 15 Dec 2016

an image
CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (kanan), Komisioner OJK Bidang Pasar Modal, Nurhaida (tengah) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio (kiri) saat melakukan konfrensi pers di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 5 Agustus 2016. (Bareksa.com/Alfin Tofler)

Transaksi bernilai Rp100 miliar berlangsung 8 Desember 2016 atau jauh lebih cepat dari rencana awal

Bareksa.com – PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akhirnya memutuskan untuk melepas seluruh kepemilikannya di PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS). Bahkan keputusan ini tidak memberi untung bagi perusahaan milik Grup MNC yang dikendalikan oleh taipan Hary Tanoesoedibjo ini.

Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama MNC Kapital G. Andrew Andryanto Hasin menyampaikan, perseroan melepas seluruh kepemilikannya di BEKS pada 8 Desember 2016.

Secara rinci, Andrew menerangkan, transaksi tersebut dilakukan melalui dua harga. Pertama, transaksi sebanyak 3,54 miliar saham pada harga Rp18 dan kedua sebanyak 1,91 miliar saham pada harga Rp19 per saham.

Atas transaksi itu, MNC Kapital meraup dana Rp100 miliar. Angka ini sama dengan nilai setoran modal MNC Kapital ketika berniat merger dengan PT Bank Pundi Indonesia Tbk, sebelum akhirnya batal dan berubah nama menjadi Bank Banten setelah diambil PT Banten Global Development (BGD).

Jika dilihat lebih lanjut, transaksi pelepasan saham BEKS oleh MNC Kapital terkait dengan pelaksanaan rights issue V Bank Banten. Dalam prospektusnya, Bank Banten menjelaskan MNC Kapital akan melakukan divestasi dan tidak ikut serta dalam rights issue tersebut.

Alhasil, kepemilikan MNC Kapital tersebut tersebar ke beberapa pemegang saham lainnya yang terdiri dari BGD menjadi 51 persen dari 35,41 persen, dan Green Resources International Ltd menjadi 7,79 persen dari sebelumnya 4,85 persen.

Tabel: Skema PMHMETD V Bank Banten

Sumber: Prospektus perseroan

Lebih Cepat

Pelepasan saham BEKS oleh MNC Kapital ternyata jauh lebih cepat dari rencana awal. Sejak BGD masuk dan menguasai BEKS, MNC Kapital sudah merencanakan pelepasan kepemilikannya paling lambat awal tahun 2017 mendatang.

Saat itu, MNC Kapital masih dipimpin Dharma Putra. Dharma juga menjelaskan, pelepasan saham BEKS dilakukan kepada pemegang saham lainnya, bukan kepada publik.

Bahkan, Direktur Utama Bank Banten Heru Sukanto juga menyatakan hal yang sama. Heru bilang, MNC Kapital akan keluar dari BEKS pada Februari 2017. Rencana MNC Kapital melepas kepemilikannya, tentu saja untuk memuluskan rencana BGD menjadi pemegang saham pengendali Bank Banten.

Tak cuma itu, kabarnya BGD tak akan berhenti memiliki BEKS hingga 51 persen saja. Manajemen Bank Banten pernah bilang, BGD akan meningkatkan kepemilikannya hingga 68 persen pada tahun depan.

Pada perdagangan hingga sesi I hari ini (Kamis, 15 Desember 2016), saham BEKS bergerak pada rentang Rp58 – Rp61. Adapun nilai transaksi saham BEKS telah mencapai Rp20,1 miliar dengan volume perdagangan 3,4 juta lot. (hm)

Grafik: Pergerakan Intraday BEKS 15 Desember 2016

Sumber: Bareksa.com