
Bareksa.com - Di luar berbagai kontroversi yang muncul dari game berbasis augmented reality Pokemon Go, siapa sangka permainan ini menawarkan potensi bisnis yang begitu besar.
Dilansir dari The Guardian, sampai dengan 18 Juli 2016 tercatat 21 juta pengguna aktif Pokemon Go melalui iOs (sistem operasi buatan Apple) di Amerika Serikat. Dengan jutaan pengguna tersebut, Apple diyaknini bisa meraup US$3 miliar dari pembelian "PokeCoins" melalui Appstore. Pokecoins merupakan sejenis uang virtual yang bisa digunakan untuk membeli sejumlah barang yang tersedia di dalam game tersebut.
Di Amerika Serikat (AS), permainan Pokemon Go membuat penggemarnya menghabiskan lebih banyak waktu dengan ponsel pintar yang mereka miliki. Berdasarkan data Sensor Tower, rata-rata pengguna iPhone di AS menghabiskan waktu 33 menit untuk memainkan game Pokemon Go setiap harinya, lebih lama daripada penggunaan Facebook ataupun Twitter yang masih di bawah 25 menit.
Grafik: Waktu Penggunaan Aplikasi Harian oleh Rata-Rata Pengguna iPhone di AS
sumber: sensortower.com
Tak hanya di AS, demam Pokemon Go juga terjadi di 35 negara di mana aplikasi tersebut telah resmi meluncur seperti Australia, Selandia Baru, dan sebagian wilayah Eropa. Selain sistem operasi iOs besutan Apple, game yang dikembangkan Niantic Lab ini juga digandrungi pengguna sistem operasi Android.
Di Asia, negara pertama yang bisa mengunduh game ini secara resmi adalah Jepang. Niantic resmi meluncurkan permainan itu di negara kelahiran Pokemon pada Jumat 22 Juli 2016 ini. Peluncuran Pokemon Go di Jepang menjadi spesial karena Jepang merupakan negara pertama yang mengusung konsep lokasi sponsor (sponsored location).
Dengan konsep tersebut, sebagian lokasi penting yang menentukan keberlanjutan permainan ditentukan sesuai keinginan sponsor. Dalam hal ini, McDonald's menjadi sponsor perdana yang membuka 2.500 lokasi "PokeStop" serta 400 "Pokegym" seantero Jepang. Sayangnya, belum ada informasi yang menyebutkan berapa harga yang dibayar McDonald's Holdings Co. kepada Niantic Lab dalam kesepakatan ini.
Tak ketinggalan, demam Pokemon Go juga terjadi Indonesia. Walaupun belum rilis secara resmi, aplikasi ini sudah banyak diunduh oleh masyarakat melalui situs dan forum game internasional. Belum bisa dipastikan berapa jumlah pengguna game ini di Indonesia, karena memang belum bisa diunduh secara resmi baik melalui Appstore (untuk iPhone) maupun Playstore (untuk Android).
Di samping antusiasme yang besar, ada juga penolakan dari sebagian pihak yang merasa dirugikan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, pada Senin, 18 Juli 2016 melalui akun resmi Twitter-nya menghimbau aparatur negara tidak bermain game virtual apapun di lingkungan kantor. Yuddy menyebut alasannya adalah keamanan dan kerahasiaan instansi.
Selain itu, pihak Istana Kepresidenan RI Rabu, 20 Juli 2016 secara resmi melarang bermain "Pokemon Go" di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, permainan Pokemon Go dilarang karena dapat mengganggu aktivitas di lingkungan Istana Presiden.
Perlu diketahui, aplikasi yang menggunakan peta riil ini bisa menempatkan lokasi perburuan Pokemon di wilayah-wilayah terlarang seperti Istana Kepresidenan, dan lingkungan militer.